DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR – Liga Kampung Soekarno Cup Provinsi Bali yang sudah memasuki fase ketiga dinilai telah berhasil melahirkan talenta pesepak bola muda. Untuk itu, harapan agar liga ini bergulir setiap tahun mengalir deras.

Salah satunya datang dari para pelatih Tim Banteng Badung Made Bagus Arjun Mahayana. Menurutnya, ajang itu berhasil melahirkan talenta muda sepak bola Bali untuk terjun di kancah nasional.

“Saya berharap agar Liga Soekarno Cup ini tetap digulir setiap tahunya karena akan memunculkan talenta-talenta muda yang bisa mengharumkan nama Bali,” terangnya dalam konfrensi pers yang digelar usai Laga Final Liga Kampung Soekarno Cup di GOR Ngurah Rai, Senin (25/04/2026).

Baca juga :  Gilas Banteng Badung 3-2, Denpasar Angkat Tropi Liga Kampung Soekarno Cup 2026

Hal senada juga disampaikan pelatih Anak Agung KT Brahmasta, ia mengataka Liga Kampung Soekarno Cup sebagian ekosistem pembinaan sepak bola usia dini. Ia berharap melalui pembinaan ini akan lahir bibit-bibit pesepak bola unggul dari pulau Dewata.

Terlabih tambahnya, selama ini Bali selalu konsisten tampil di partai puncak dalam perhelatan Liga Kampung Soekarno Cup Nasional.

Baca juga :  Drawing Soekarno Cup 2025: Prediksi Duel Sengit Tersaji Sejak Babak Penyisihan

Adapun Liga Soekarno Cup tahun ini digelar dari 9-25 Mei 2026 dan diikuti oleh 8 Tim perwakilan Kabupaten/Kota se-Bali.

Pada tahun ini, Tim Banteng Denpasar berhasil meraih juara Liga Kampung Soekarno Cup Provinsi Bali Tahun 2026 usai menggilas Banteng Badung dengan skor 3-2 pada partai puncak yang berlangsung di Stadion Ngurah Rai.

Adapun Menurut Ketua Panitia Liga Kampung Soekarno Cup 2026 Provinsi Bali I Wayan Adi Arnawa, mengatakan liga kampung merupakan proses pembinaan sekaligus seleksi pemain muda Bali

Baca juga :  Final Soekarno Cup 2026 Digelar di GOR Ngurah Rai, Denpasar dan Badung Berebut Juara

“Kegiatan Soekarno Cup ini menjadi wadah bagi talenta-talenta muda yang bisa bermain bola dalam kompetisi formal yang dilaksanakan oleh PDI Perjuangan,” ungkapnya.

Adi Arnawa menyebut semangat olahraga yang diwariskan Presiden pertama RI, Soekarno, menjadi inspirasi utama penyelenggaraan turnamen tersebut.

Ia menyinggung bagaimana Bung Karno dikenal memiliki perhatian besar terhadap perkembangan olahraga nasional, termasuk pembangunan berbagai fasilitas olahraga bersejarah di Indonesia.

“Ini bagian dari bagaimana kita menerjemahkan semangat Bung Karno yang sangat sportif dan sangat mengapresiasi olahraga,” ujarnya.

Reporter: Agus Pebriana