DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR – Rencana pemerintah pusat membangun Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Keuangan Dunia atau International Financial Center (IFC) yang dikabarkan akan dibangun di Pulau Serangan, Denpasar, menuai kritik dari Anggota DPR RI I Gede Sumarjaya Linggih.

Politikus yang akrab disapa Demer itu meminta pemerintah meninjau ulang lokasi proyek dan mengusulkan Bali Utara sebagai alternatif pengembangan.

Demer mengatakan pemindahan lokasi pembangunan ini bertujuan untuk menciptakan pemerataan pembangunan di Pulau Dewata.

Menurut Demer, pembangunan di Bali selama ini terlalu terkonsentrasi di wilayah selatan, terutama kawasan Denpasar dan Badung.

Dia mengatakan kondisi tersebut memicu berbagai persoalan klasik seperti kemacetan, kepadatan penduduk, persoalan sampah, hingga meningkatnya tekanan sosial di tengah masyarakat lokal.

Baca juga :  Demer Usul Petani LSD Diberi Kompensasi, Nominalnya Tiga Kali Hasil Panen

“Kalau masih di Bali Selatan itu berarti menjerumuskan orang Bali pada posisi gini ratio atau ketimpangan yang tinggi. Harusnya bisa dibangun KEK di Bali Utara, tidak bisa lagi di Selatan,” ujar Demer saat diwawancarai wartawan, Jumat (22/5/2026).

Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Bali itu menegaskan, pembangunan KEK bukan hanya soal investasi finansial semata. Menurutnya, kehadiran kawasan ekonomi baru akan memicu efek domino terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar.

“KEK itu bukan hanya soal uang. Di dalamnya ada hotel, bangunan, pariwisata, atraksi, restoran, dan berbagai aktivitas ekonomi lainnya. Dampaknya besar sekali terhadap masyarakat sekitar,” katanya.

Demer mencontohkan kawasan pariwisata Nusa Dua yang berkembang menjadi pusat ekonomi baru dengan efek berantai terhadap tumbuhnya hotel, restoran, hingga peluang usaha masyarakat lokal.

Baca juga :  Pegiat Antikorupsi Beberkan Dugaan Keterlibatan GSL dalam Kasus Korupsi Dana APD Covid-19

Menurutnya, pola pembangunan serupa seharusnya mulai diarahkan ke Bali Utara, Barat, dan Timur agar pertumbuhan ekonomi Bali lebih merata.

Lebih jauh, Demer mengaku acapkali menyampaikan kritik langsung kepada kementerian mitra kerja di Komisi VI DPR RI agar pembangunan mulai diarahkan ke Bali Utara, Timur, dan Barat.

“Saya selalu bilang ke para menteri, kalau ada program ke Bali jangan lagi semuanya di selatan. Kasih kesempatan Bali Utara, Timur, dan Barat berkembang,” tegasnya.

Sebelumnya, Gubernur Bali Wayan Koster mengungkapkan rencana Pemerintah Pusat yang tengah menyiapkan Bali sebagai Kawasan Ekonomi Khusus Pusat Keuangan Dunia atau International Financial Center.

Koster menilai rencana tersebut berpotensi memberikan dampak besar terhadap penguatan ekosistem ekonomi Bali, terutama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berkualitas yang tidak bergantung pada sumber daya alam.

Baca juga :  Aktivis: Klarifikasi Dugaan Korupsi Demer Timbulkan Lebih Banyak Pertanyaan daripada Jawaban

Menurut dia, sejumlah pelaku usaha besar dari Abu Dhabi dan Dubai disebut mulai melirik Bali sebagai lokasi investasi dan pengembangan bisnis karena dinilai memiliki kenyamanan, stabilitas, serta daya tarik budaya yang kuat.

Koster menyebut Bali memang dinilai cocok menjadi pusat ekonomi berbasis jasa dan keuangan karena tidak memiliki sumber daya alam dalam skala besar seperti daerah lain di Indonesia.

Meski demikian, Pemerintah Provinsi Bali masih akan melakukan pembahasan lebih lanjut bersama tim guna memastikan rencana tersebut benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat dan daerah.

Reporter: Agus Pebriana