Sadis! Menteri Israel Pamer Video Aktivis Global Sumud Flotilla Diikat dan Dilecehkan
DIKSIMERDEKA.COM TEL AVIV-Menteri Keamanan Nasional Israel yang dikenal berhaluan ultra-kanan, Itamar Ben-Gvir, memicu kemarahan internasional setelah mengunggah video yang memperlihatkan perlakuan kasar terhadap aktivis ipuluhan aktivi Global Sumud Flotilla armada bantuan Gaza.
Dalam Video tersebut Ben-Gvir memperlihatkan puluhan pria dan perempuan berlutut dengan tangan diikat kabel ties di belakang tubuh mereka.
Ben-Gvir tampak mengibarkan bendera Israel sambil mengejek para tahanan.
Ia bahkan menulis caption “Welcome to Israel” dalam unggahan tersebut.
Aksi itu langsung memicu kecaman keras dari banyak negara, termasuk Inggris, Kanada, Jerman, Spanyol, Australia hingga Selandia Baru.
Kelompok bantuan hukum Adalah menyebut banyak aktivis mengalami kekerasan fisik dan psikologis selama penahanan.
Tiga orang bahkan sempat dirawat di rumah sakit akibat kekerasan aparat Israel.
“Tim kami menemukan pelanggaran sistematis terhadap proses hukum dan kekerasan fisik maupun psikologis yang meluas,” kata Adalah dilansir The Guardian, Kamis (21/5/2026).
Beberapa aktivis dilaporkan mengalami patah tulang rusuk hingga kesulitan bernapas.
Ada pula laporan penggunaan peluru karet dan taser ( alat kejut listrik) saat kapal bantuan dicegat di laut internasional.
Tak hanya itu, para tahanan disebut dipaksa berlutut dalam waktu lama dan mengalami pelecehan seksual serta penghinaan.
Beberapa perempuan bahkan mengaku jilbab mereka dirampas aparat Israel.
Kemarahan dunia makin besar setelah Duta Besar Amerika Serikat untuk Israel, Mike Huckabee, ikut mengecam tindakan Ben-Gvir.
“Perilaku Ben-Gvir sangat menjijikkan dan mengkhianati martabat bangsanya,” katanya.
Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni juga mengecam keras perlakuan terhadap para aktivis.
Sementara Menteri Luar Negeri Inggris, Yvette Cooper, menyebut video tersebut “benar-benar mengerikan”.
Di dalam negeri sendiri, Ben-Gvir justru disemprot Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.
Netanyahu mengatakan tindakan Ben-Gvir tidak mencerminkan nilai dan norma Israel.
“Cara Ben-Gvir menangani aktivis flotilla tidak sesuai dengan nilai Israel,” kata Netanyahu.
Menteri Luar Negeri Israel Gideon Saar bahkan lebih keras lagi.
“Anda bukan wajah Israel,” katanya kepada Ben-Gvir.
Namun Ben-Gvir tampak menikmati kontroversi tersebut.
“Israel sudah berhenti menjadi negara yang lemah,” balasnya.
Armada bantuan Gaza itu sendiri terdiri dari lebih dari 400 aktivis dari 40 negara dengan 50 kapal yang berlayar dari Turki membawa makanan dan bantuan kemanusiaan untuk warga Gaza Strip.
Israel mencegat armada tersebut di laut internasional sebelum seluruh peserta dibawa ke pelabuhan

Tinggalkan Balasan