Gejala Hantavirus Awalnya Disebut Hanya Anxiety

DIKSIMERDEKA.COM PARIS-Seorang wanita asal Perancis yang positif hantavirus setelah dievakuasi dari kapal pesiar MV Hondius ternyata sempat mengeluhkan gejala kepada dokter di kapal. Namun, kondisinya saat itu disebut hanya sebagai kecemasan atau stres biasa.

Menteri Kesehatan Spanyol Javier Padilla Bernáldez mengatakan perempuan tersebut sebelumnya mengalami gejala mirip flu dan batuk, tetapi kondisinya terlihat membaik sehingga tidak dicurigai terinfeksi hantavirus.

“Yang dirasakan saat itu lebih seperti stres, kecemasan, atau kegugupan, sehingga tidak dikategorikan sebagai hantavirus,” kata Padilla.

Namun situasinya berubah drastis setelah perempuan itu diterbangkan ke Paris bersama empat warga Prancis lainnya pada Minggu lalu.

Baca juga :  Bikin Si Miskin Makin Miskin, WHO Tak Lagi Anjurkan "Lockdown"

WHO Sebut Kondisi Sangat Kritis

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus menyebut kondisi perempuan tersebut kini sangat kritis.

“Bayangkan jika dia tinggal lebih lama di kapal,” ujar Tedros.

Perempuan itu kini dirawat di unit penyakit infeksi khusus di sebuah rumah sakit di Paris setelah hasil tes menunjukkan dirinya positif hantavirus.

Menteri Kesehatan Prancis Stéphanie Rist mengatakan kondisi pasien memburuk dengan cepat setelah penerbangan dari Tenerife.

Baca juga :  WHO Tak Lagi Anjurkan Lockdown, Trump: Mereka Mengakui bahwa Saya Benar

MV Hondius Jadi Pusat Wabah Hantavirus

Kapal MV Hondius menjadi pusat perhatian dunia setelah wabah hantavirus menewaskan tiga orang dan memicu evakuasi besar-besaran lintas negara.

Sebanyak 120 orang dari 23 negara telah dipulangkan dari kapal tersebut dalam operasi yang disebut pemerintah Spanyol sebagai “kompleks” dan “belum pernah terjadi sebelumnya”.

Saat ini kapal sedang menuju Rotterdam, Belanda, untuk proses disinfeksi.

Meski ada sejumlah kasus positif, WHO dan pemerintah Spanyol tetap menegaskan risiko penyebaran global masih rendah dan wabah ini berbeda dengan pandemi Covid-19.

Baca juga :  14 Orang Tewas Tiap Jam, TBC Jadi Pembunuh Senyap di Indonesia

Penumpang Harus Karantina 45 Hari

Seluruh penumpang dan kru kapal diminta menjalani isolasi selama 45 hari sejak terakhir terpapar virus pada 6 Mei lalu.

Di Inggris, sejumlah penumpang ditempatkan di Arrowe Park Hospital untuk observasi dan tes kesehatan.

Sementara itu, seorang penumpang asal Amerika Serikat juga dinyatakan positif strain Andes hantavirus, satu-satunya jenis hantavirus yang dapat menular antarmanusia.

Namun otoritas kesehatan menilai risiko penularan massal tetap rendah.