DIKSIMERDEKA.COM MADRID-Kapal Pesiar MV Hondius mulai mengevakuasi puluhan penumpangnya setelah menjadi pusat wabah hantavirus yang menewaskan tiga orang. Otoritas kesehatan Spanyol menyebut hari pertama operasi evakuasi internasional berlangsung sesuai rencana, Senin (11/5/2026).

Sebanyak 94 penumpang dari 19 negara telah dipulangkan dari kapal pesiar tersebut setelah sandar di Tenerife, Spanyol, Minggu waktu setempat.

Kapal ekspedisi MV Hondius sebelumnya tiba di Pulau Tenerife dengan membawa total 147 orang di dalamnya. Para penumpang dipindahkan menggunakan kapal kecil dari kapal utama yang berlabuh di Pelabuhan Granadilla menuju daratan.

Menteri Kesehatan Spanyol Mónica García mengatakan operasi repatriasi dilakukan secara hati-hati dengan melibatkan banyak negara.

“Semua berjalan sesuai rencana,” kata García dalam konferensi pers di pelabuhan Tenerife.

Setelah tiba di darat, para penumpang langsung dibawa menggunakan bus menuju bandara sebelum diterbangkan ke negara masing-masing.

Baca juga :  Belajar Dari Vidi Aldiano,Kanker Ginjal Kini Serang Gen-Z, Dokter: Jangan Tunggu Gejala!

Sebelum proses evakuasi dilakukan, tim medis lebih dulu naik ke kapal untuk memeriksa seluruh penumpang dan awak kapal.

Sejak kapal berangkat dari Argentina bulan lalu, tiga kematian dikaitkan dengan wabah hantavirus, penyakit langka yang biasanya menyebar melalui urine atau kotoran hewan pengerat yang terinfeksi.

Beberapa penumpang lain sebelumnya juga telah dievakuasi untuk menjalani perawatan medis.

Meski begitu, Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO menegaskan wabah tersebut bukan ancaman pandemi baru seperti Covid-19.

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus menyatakan risiko bagi masyarakat umum masih rendah.

“Ini bukan Covid-19 baru,” kata Tedros.

Pemerintah Amerika Serikat juga menyebut risiko penyebaran ke publik masih “sangat rendah”.

Baca juga :  Dinkes Pastikan Belum Ada Kasus Hantavirus di Bali

Negara-negara seperti United States, Spain, France, Canada, Ireland, dan Netherlands mengirim pesawat untuk mengevakuasi warga mereka dari Tenerife.

Kementerian Kesehatan Spanyol menyatakan penerbangan evakuasi lanjutan menuju Australia dan Belanda dijadwalkan berlangsung Senin.

Setelah seluruh penumpang diturunkan, kapal MV Hondius akan berlayar menuju Rotterdam, Belanda, bersama awak kapal yang tersisa. Kapal tersebut nantinya akan didisinfeksi total.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat atau CDC mengatakan 18 penumpang yang menuju AS, termasuk satu warga Inggris yang tinggal di Amerika, akan dibawa ke fasilitas karantina khusus di University of Nebraska Medical Center.

Seluruh penumpang tersebut disebut tidak menunjukkan gejala, namun tetap akan menjalani pemantauan kesehatan selama 42 hari.

Baca juga :  14 Orang Tewas Tiap Jam, TBC Jadi Pembunuh Senyap di Indonesia

Di sisi lain, Perdana Menteri Prancis Sébastien Lecornu mengungkapkan satu dari lima warga Prancis yang dipulangkan dari Tenerife mulai menunjukkan gejala hantavirus saat berada di pesawat menuju Prancis.

“Kelima penumpang langsung ditempatkan dalam isolasi ketat sampai pemberitahuan lebih lanjut,” kata Lecornu melalui platform X.

Kedatangan kapal pesiar tersebut sebelumnya memicu ketegangan di Kepulauan Canary. Presiden wilayah Canary, Fernando Clavijo, sempat menyatakan keberatan kapal itu berlabuh di wilayahnya.

Para pekerja pelabuhan di Tenerife juga sempat menggelar protes karena khawatir terhadap risiko kesehatan dan kurangnya informasi resmi terkait wabah hantavirus.

WHO menyatakan wabah hantavirus di kapal pesiar itu pertama kali dilaporkan pada 2 Mei lalu dan hingga kini masih tergolong berisiko rendah bagi masyarakat umum.