DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR – Pemerintah Provinsi Bali melalui Dinas Kebudayaan resmi menunjuk Event Organizer (EO) Rumah Anak Seni sebagai mitra pelaksana Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-48. EO tersebut akan difokuskan untuk memperkuat aspek teknis pertunjukan sekaligus meningkatkan kenyamanan administrasi honorer para seniman selama pelaksanaan acara.

Owner EO Rumah Anak Seni I Made Ryska Arda Witanaya menegaskan ranah tugas EO dalam PKB akan lebih fokus memperkuat tata teknis pertunjukan agar lebih sempurna dan rapi serta mempermudah administrasi demi kenyamanan para seniman.

“Jadi kita hadir tidak untuk merubah konsep. Karena konsepnya sudah ada sejak tahun ke tahun. Kami hadir lebih memberikan perubahan di segmen administrasi bagi seniman dan perapian di pertunjukan,” terangnya saat ditemui di Art Center, Selasa (05/05/2026).

Menurut Ryska Arda salah satu persoalan selama ini sering muncul adalah lamanya proses administrasi dan pencairan honor bagi seniman. Ia mengatakan biasanya sanggar harus menunggu surat pertanggungjawaban (SPJ) yang cukup panjang untuk mencairkan honor seniman.

“Kalau sanggarnya kuat secara finansial, mungkin mereka tidak merasa terganggu jika proses pembayaranya lama. Tapi kalau sanggarnya tidak kuat secara finansial, dia akan terus colek dinas untuk menanyakan kapan pencairan,” terangnya.

Untuk mengatasi hal tersebut, Ryska Arda mengatakan pada tahun ini akan diterapkan mekanisme baru. Para seniman yang telah tampil dapat langsung memproses pencairan honor setelah penampilan, dengan syarat seluruh dokumen telah lengkap dan disiapkan.

“Setelah tampil, perwakilan atau ketua sanggar dapat datang ke sekretariat kami untuk mengurus pencairan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kebijakan ini diterapkan agar para seniman merasa lebih nyaman dan tidak perlu menunggu lama. Selama ini, keterlambatan pencairan honor kerap menjadi keluhan, mengingat para seniman telah berlatih selama berbulan-bulan namun masih harus menunggu proses pencairan yang juga memakan waktu lama.

Di samping menghandle administrasi untuk para seniman, EO juga akan bertugas mengelola teknis pertunjukan agar lebih sempurna dan profesional. Ia mengatakan setiap pertunjukan nantinya akan dilengkapi oleh Liason Officer (LO), stage manajer, dan show derector.

“Jadi kami (EO) tidak merubah signifikan. Kami hanya menghandle administrasi dan reach acara,” terangnya.

Adapun EO Rumah Anak Seni dipilih setelah melalui proses tender yang berlangsung sejak November 2025 lalu ditetapkan pada Januari 2026. EO PT Rumah Anak Seni bukan pemain baru, sebelum dipilih menghandle PKB ke-48, EO ini telah menghandle beberapa acara besar seperti Festival Bali Jani, Festival Tumpek Klurut, hingga Bulan Bung Karno.

Reporter: Agus Pebriana