DIKSIMERDEKA.COM, BULELENG — Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali, Putri Koster menghadiri lomba senam Nangun Sat Kerthi Loka Bali dalam rangka Peringatan Hari Kartini Tahun 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Balai Serbaguna Desa Sembiran, Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng, Minggu (19/4/2026).

Lomba senam ini diikuti oleh enam peserta yang mewakili enam dusun, yakni Dusun Kawanan, Dusun Anyar, Dusun Kanginan, Dusun Dukuh, Dusun Bukit Seni, dan Dusun Panggung. Kegiatan ini menjadi ajang mempererat kebersamaan masyarakat sekaligus mendorong pola hidup sehat melalui aktivitas fisik.

Baca juga :  Putri Koster Bicara Rencana Pengembangan Kampung Difabel di PKB

Dalam kesempatan tersebut, Putri Koster menyampaikan bahwa kegiatan senam tidak hanya bermanfaat untuk kesehatan jasmani, tetapi juga berperan dalam menjaga keseimbangan mental. Menurutnya, tubuh yang sehat akan mendukung pola pikir yang lebih positif dalam menjalankan peran di keluarga maupun di masyarakat.

“Melalui kegiatan seperti ini, kita ingin mendorong perempuan Bali agar tetap sehat, aktif, dan mampu berperan maksimal dalam keluarga serta kehidupan sosial,” ujar Putri Koster.

Baca juga :  Ketua Dekranasda Bali Ingatkan Pengerajin Jaga Mutu dan Harga Produk

Ia menambahkan, lomba senam ini juga merupakan bagian dari upaya melestarikan nilai-nilai budaya Bali yang dikemas secara modern dan menarik. Selain itu, kegiatan ini menjadi ruang bagi perempuan untuk menunjukkan kreativitas dan semangat berkarya.

Mengusung tema “Kartini Masa Kini Berdaya dan Berkarya Menuju Indonesia Emas 2045”, kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat peran perempuan dalam pembangunan. Perempuan tidak hanya berperan dalam rumah tangga, tetapi juga memiliki kontribusi penting dalam kemajuan bangsa.

Baca juga :  Putri Koster Gagas Bali Dekranasda Fashion Week 2025: Panggung Cinta untuk Kain Tenun Bali 

“Perempuan masa kini harus berdaya, mandiri, dan mampu menjadi pemimpin di berbagai bidang demi mewujudkan Indonesia yang maju,” tambahnya.

Kegiatan berlangsung meriah dengan antusiasme tinggi dari masyarakat setempat. Lomba senam ini sekaligus menjadi momentum memperkuat semangat emansipasi perempuan dalam bingkai budaya dan kearifan lokal Bali.