Made Hiroki Dukung Percepatan PSEL Suwung, Undang Kepala Daerah Kenalkan Teknologi Jepang
DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR — Pemerintah Provinsi Bali mempercepat pembangunan infrastruktur Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) di TPA Suwung sebagai solusi permanen krisis sampah di Pulau Dewata. Proyek yang berlokasi di Pesanggaran tersebut merupakan kolaborasi Pemprov Bali dengan Pemerintah Kota Denpasar dan Kabupaten Badung.
PSEL Suwung menjadi salah satu dari tujuh proyek prioritas nasional yang dirancang untuk mengubah sampah perkotaan menjadi energi bersih. Fasilitas ini ditargetkan mampu mengolah hingga 1.000 ton sampah per hari yang bersumber dari wilayah Denpasar dan Badung.
Dukungan terhadap percepatan proyek tersebut juga datang dari kalangan swasta. Pengusaha muda asal Gianyar, Made Hiroki, menyatakan komitmennya mendukung pembangunan PSEL sebagai langkah strategis mengatasi darurat sampah di Bali.
Melalui bendera usahanya, Aksara Cristy Legal, Hiroki berencana memperkenalkan mesin pengolahan sampah bertajuk “Propolis” yang menggunakan teknologi Jepang dengan sistem pembakaran tertutup tanpa menghasilkan asap.
“Kami ingin menghadirkan solusi konkret bagi Bali. Teknologi ini dirancang tanpa mengeluarkan asap dan lebih ramah lingkungan. Kami berharap bisa menjadi bagian dari solusi atas persoalan sampah yang sedang dihadapi Bali,” ujar Made Hiroki.
Ia mengungkapkan akan mengundang Gubernur Bali, Wakil Gubernur Bali, Wali Kota Denpasar, Bupati Badung, serta para pejabat daerah se-Bali dalam agenda pemaparan teknologi tersebut.
Acara pengenalan mesin Propolis dijadwalkan berlangsung pada Jumat pukul 13.00 Wita di Pamela Restaurant, Renon. Dalam kegiatan itu, pihaknya juga akan menghadirkan ahli dari Jepang untuk memaparkan langsung teknologi pengolahan sampah tanpa asap tersebut.
Menurut Hiroki, persoalan sampah di Bali membutuhkan kolaborasi seluruh pihak, baik pemerintah, swasta, maupun masyarakat. Ia menilai percepatan pembangunan PSEL di Suwung menjadi momentum penting untuk menghadirkan sistem pengelolaan sampah yang modern dan berkelanjutan.
“Ini bukan hanya soal bisnis, tapi tanggung jawab bersama menjaga Bali. Terobosan harus didukung agar kita tidak terus-menerus berada dalam situasi darurat sampah,” tegasnya.
Dengan percepatan pembangunan PSEL Suwung dan munculnya inovasi teknologi pengolahan sampah, diharapkan Bali dapat memiliki sistem pengelolaan yang lebih terintegrasi, efisien, dan ramah lingkungan.

Tinggalkan Balasan