Bundaran Rp24 Miliar di Hungaria Jadi Sorotan, Dibangun Tapi Tak Terpakai
DIKSIMERDEKA.COM BUDAPEST di tengah lahan kosong di Hungaria, berdiri sebuah bundaran megah senilai Rp24 miliar. Dibangun dengan dana Uni Eropa, tapi hingga kini tak pernah digunakan. Proyek ini kini jadi simbol pemborosan yang memicu kritik tajam ke pemerintah. berada di lahan kosong tanpa penduduk. otomatis tak ada satupun kendaraan yang terlihat. begitu laporan investigasi CNN yang rilis pada Sabtu (11/4/2026).
Dibangun dengan dana Uni Eropa, bundaran itu seharusnya mendukung terminal kontainer dan jalur kereta baru. Sayangnya, hingga kini proyek rel kereta yang dijanjikan belum juga terwujud.
Berdiri Megah, Tapi Tak Berguna
Alih-alih menjadi pusat logistik, bundaran itu kini hanya berdiri di tengah lahan kosong.
Proyek yang diharapkan mempercepat distribusi barang dari pesisir Adriatik Eropa Utara ke Eropa Tengah justru mangkrak.
Warga dan pengamat mulai mempertanyakan efektivitas penggunaan dana besar tersebut.
Kritik ke Pemerintahan Orban
Para kritikus menyebut proyek seperti ini sebagai cerminan sistem ekonomi pemerintahan Perdana Menteri Hungaria Viktor Orban.
Mereka menilai pemerintah kerap mengkritik Uni Eropa, tetapi tetap memanfaatkan dana besar dari lembaga tersebut.
Ekonom Krisztián Orbán menyebut strategi itu disengaja.
“Orban adalah pencari rente terbesar dari Uni Eropa pada dekade 2010-an. Itu adalah strategi yang disengaja,” ujarnya.
💸 Disebut Proyek “Gajah Putih”
Direktur Pusat Riset Korupsi Budapest, János Tóth, bahkan menyebut proyek ini sebagai “gajah putih”.
Istilah tersebut merujuk pada proyek mahal yang tidak memberikan manfaat nyata.
“Tanpa dana Uni Eropa, Orban tidak akan bisa membangun sistem seperti ini,” katanya.
🌍 Hungaria Disorot Soal Korupsi
Organisasi Transparency International bahkan menempatkan Hungaria sebagai negara paling korup di Uni Eropa.
Pemerintah Hungaria sendiri membantah tuduhan tersebut dan menilai kritik sebagai serangan politik.
🚧 Proyek Masih Tertunda
Meski bundaran sudah selesai dibangun, proyek rel kereta masih dalam tahap pengadaan.
Jika berjalan sesuai rencana, pembangunan rel baru bisa selesai sekitar 2029.
Artinya, bundaran tersebut bisa terbengkalai bertahun-tahun.
Banyak Proyek Serupa
Bundaran ini bukan satu-satunya.
Sejumlah proyek lain yang dibiayai Uni Eropa juga menuai kritik, mulai dari jalur wisata tanpa hutan hingga menara pandang yang nyaris tak memiliki fungsi.
Seorang pejabat AS bahkan menyindir proyek tersebut.
“Lebih mudah bagi pemimpin negara paling korup di Uni Eropa untuk berbicara soal ‘perjuangan peradaban’ daripada menjelaskan kekayaan luar biasa yang dikumpulkan keluarganya,” ujarnya.
Kasus ini menunjukkan paradoks besar: dana besar mengalir, tetapi hasilnya dipertanyakan.
Di tengah kampanye politik dan tekanan Uni Eropa, isu korupsi dan efisiensi anggaran menjadi sorotan utama.Bundaran tanpa fungsi ini kini menjadi simbol kegagalan perencanaan.
Lebih dari sekadar proyek mangkrak, ia mencerminkan persoalan tata kelola dan transparansi yang lebih dalam.

Tinggalkan Balasan