DIKSIMERDEKA.COM JAKARTA Investasi Korea Selatan di Indonesia mencetak angka besar. Kunjungan kerja Presiden Prabowo Subianto ke Seoul menghasilkan komitmen investasi senilai USD10,2 miliar atau sekitar Rp173 triliun, membuka peluang baru bagi pertumbuhan ekonomi nasional.


MoU Rp173 Triliun, Sinyal Kuat Kepercayaan Investor

Kesepakatan tersebut tercapai melalui penandatanganan berbagai nota kesepahaman (MoU) antara pelaku usaha Indonesia dan Korea Selatan.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan besarnya nilai investasi ini di tengah situasi global yang tidak menentu.

“Ini sebuah angka yang sangat signifikan karena Indonesia dalam situasi geopolitik yang tidak menentu ini masih menjadi daya tarik bagi para investor baik dari Jepang maupun Korea. Jepang sendiri merupakan peringkat ketiga dari investasi dan perdagangan, Korea di peringkat ketujuh, dan ke depan keduanya sangat berharap bahwa dengan Indonesia mempunyai sovereign wealth fund, maka Indonesia juga bisa menjadi co-invest,” ujar Menko Airlangga.


Fokus Investasi: Energi, AI hingga Industri Baterai

Investasi Korea Selatan ini mencakup sektor strategis, mulai dari energi hingga teknologi.

Baca juga :  120 Juta Motor Akan Dikonversi Listrik dalam 4 Tahun

Kerja sama meliputi pengembangan energi terbarukan, tenaga surya, serta teknologi penangkapan dan penyimpanan karbon (CCS). Selain itu, sektor industri seperti baja, baterai, dan transportasi ramah lingkungan juga menjadi prioritas.

Tak hanya itu, kolaborasi juga menyasar ekonomi digital dan pengembangan Artificial Intelligence (AI) untuk memperkuat daya saing nasional.


Masuk ke Infrastruktur dan Properti

Investasi juga mengalir ke sektor properti dan infrastruktur, termasuk pengembangan kawasan Bumi Serpong Damai.

Baca juga :  Presiden: Pembukaan Tempat Ibadah, Aktivitas Ekonomi, dan Sekolah Melalui Tahapan Ketat

Selain itu, kemitraan antara Kadin Indonesia dan Korea Chamber of Commerce and Industry diperkuat untuk mendorong realisasi investasi.

Perusahaan besar seperti POSCO dan Lotte juga menunjukkan komitmen untuk memperluas investasi, termasuk peluang kerja sama dengan Danantara.


🇯🇵 Tambahan dari Jepang, Total Tembus Rp574 Triliun

Sebelumnya, kunjungan Presiden Prabowo ke Jepang menghasilkan komitmen investasi USD23,6 miliar atau sekitar Rp401 triliun.

Dengan demikian, total investasi dari dua negara mencapai Rp574 triliun.

”Hal ini artinya kunjungan Bapak Presiden ke kedua negara Jepang dan Korea Selatan ini menghasilkan komitmen investasi sebesar Rp574 triliun,” jelas Menko Airlangga.

Baca juga :  Abdul Mu’ti Sebut AI dan Coding Siap Diajarkan Pada Tahun Ajaran 2025/2026

Analisis: Indonesia Jadi Magnet Investasi Asia

Kabar ini menunjukkan posisi Indonesia sebagai tujuan utama investasi di Asia.

Selain itu:

  • Stabilitas ekonomi tetap terjaga
  • Sektor energi dan industri jadi daya tarik
  • Transformasi digital memperkuat prospek jangka panjang

Langkah pemerintah dalam memperbaiki iklim investasi juga dinilai krusial.


Pemerintah Janjikan Kemudahan Investasi

Pemerintah berkomitmen mempercepat penyelesaian hambatan investasi melalui langkah debottlenecking.Upaya ini bertujuan memastikan proyek berjalan lancar dan memberikan kepastian bagi investor.

Investasi ini menjadi momentum penting bagi pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan total komitmen mencapai Rp574 triliun dari Korea Selatan dan Jepang, peluang ekspansi industri dan penciptaan lapangan kerja semakin terbuka.