DIKSIMERDEKA.COM, TABANAN – Pagi itu, udara Banjar Angseri, Desa Angseri, Kecamatan Baturiti, Tabanan, masih menyisakan jejak cuaca buruk yang melanda awal Maret lalu. Di halaman Pura Luhur Pucak Tinggah, sisa-sisa kerusakan terlihat jelas. Bale paruman yang biasa menjadi ruang musyawarah umat kini tak lagi berdiri utuh. Angin kencang yang menerjang pada Kamis, 5 Maret 2026, merobohkan bangunan dan mengguncang ketenangan warga setempat.

Di tengah suasana itu, Senin (30/3/2026), Gubernur Bali Wayan Koster hadir. Bukan sekadar meninjau, ia membawa bantuan simbolis Rp1 miliar dari Pemerintah Provinsi Bali. Dana tersebut dialokasikan untuk memperbaiki empat bangunan pura yang rusak, sebagai langkah awal memulihkan fungsi spiritual dan adat yang sempat terhenti.

Baca juga :  Koster Arahkan Pengendalian Inflasi Bali Kedepan Lewat Penguatan Produksi dan Distribusi Pangan
Gubernur Bali Wayan Koster (tengah) berfoto bersama tokoh masyarakat usai menyerahkan bantuan Pemprov Bali sebesar Rp1 miliar untuk perbaikan Pura Luhur Pucak Tinggah di Desa Angseri, Baturiti, Tabanan.

Cuaca ekstrem beberapa pekan lalu tidak hanya mematahkan kayu dan merobohkan atap. Bale paruman berukuran 18 x 7 meter dengan 24 pilar ambruk. Bale murdamanik, lumbung kelingking, hingga pelinggih penegtegan merta turut terdampak. Bagi masyarakat, kerusakan ini bukan sekadar soal fisik bangunan, tetapi tentang ruang suci tempat doa dan tradisi diwariskan.

Baca juga :  Gubernur Koster Lepas 215 Kontingen Bali Berlaga di POPNAS 2023

Di lokasi, Koster menegaskan pentingnya percepatan rehabilitasi agar aktivitas keagamaan kembali berjalan normal. Ia meminta pengempon pura segera mengajukan permohonan resmi sebagai dasar pelaksanaan perbaikan. Baginya, pura bukan hanya simbol keyakinan, melainkan pusat harmoni sosial dan spiritual masyarakat Bali.

Pemerintah Provinsi Bali telah menyiapkan dana Belanja Tidak Terduga (BTT) sebesar Rp1 miliar sebagai tahap awal. Namun, hasil peninjauan menunjukkan kebutuhan biaya kemungkinan lebih besar. Tambahan dukungan anggaran akan dipertimbangkan agar proses pembangunan berjalan optimal dan tidak membebani masyarakat.

Baca juga :  Gubernur Koster Berharap Event Fun Run Lebih Banyak di Bali

“Untuk sementara kita gunakan dana yang ada ini. Dalam proses pelaksanaan nanti akan ditambahkan bantuan agar bisa meringankan beban masyarakat dan pembangunan berjalan optimal,” ujar Koster.

Gubernur Bali Wayan Koster bersama masyarakat Desa Angseri melakukan persembahyangan bersama di Pura Luhur Pucak Tinggah, sebagai bentuk syukur dan harapan atas proses pemulihan pascakerusakan akibat cuaca buruk.

Di Pucak Tinggah, bantuan itu bukan sekadar angka dalam dokumen anggaran. Ia menjadi tanda bahwa di tengah bencana, negara hadir. Bahwa ketika angin merobohkan bangunan, gotong royong dan kepedulian kembali menegakkan harapan. Bagi warga Angseri, pemulihan pura adalah langkah memulihkan keseimbangan antara alam, manusia, dan keyakinan yang terus dijaga turun-temurun.