DIKSIMERDEKA.COM JAKARTA- Serangan Israel kembali menelan korban. Kali ini, jurnalis ikut jadi sasaran.

Tiga jurnalis dilaporkan tewas dalam serangan Israel di Lebanon selatan, Sabtu (28/3) waktu setempat. Serangan itu menghantam kendaraan yang mereka tumpangi di wilayah Jezzine.

Korban di antaranya jurnalis Al-Manar, Al Shouaib, serta jurnalis Al-Mayadeen, Fatima Fatouni. Seorang juru kamera dan saudara Fatouni juga ikut tewas.

Baca juga :  Trump Perpanjang Gencatan Senjata, Iran Ngegas: “Itu Tidak Berarti Apa-Apa!”

Kabar duka ini telah dikonfirmasi langsung oleh Al-Mayadeen dan Al-Manar.

Situasi di Lebanon memang belum mereda. Sehari sebelumnya, Israel juga menggempur wilayah Saksakiyah, distrik Sidon.

Akibat serangan itu, empat orang dilaporkan tewas dan delapan lainnya luka-luka.

Baca juga :  Iran Kutuk Serangan AS, Desak PBB dan Negara Islam Bertindak

Presiden Joseph Aoun langsung bereaksi keras.

Ia menyebut serangan terhadap jurnalis sebagai pelanggaran serius hukum internasional.

“Sekali lagi, agresi Israel melanggar aturan dasar hukum internasional dan hukum perang, dengan menargetkan jurnalis yang merupakan warga sipil,” tegas Aoun.

Lebih jauh, ia menyebut tindakan tersebut sebagai kejahatan yang tidak bisa dibenarkan.

Baca juga :  Update : Iran Targetkan Pangkalan Militer AS di Kuwait, UEA, Qatar, dan Bahrain

“Ini adalah kejahatan terang-terangan yang melanggar semua norma perlindungan terhadap jurnalis dalam perang,” ujarnya.

Serangan terhadap jurnalis kembali memicu kekhawatiran global. Di tengah konflik yang terus memanas, profesi yang seharusnya dilindungi justru menjadi korban.