DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR — Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjenpas) Bali resmi mencatatkan diri sebagai kantor wilayah pertama di bawah naungan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) RI yang berhasil meraih predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK), Selasa (23/12/2025).

Predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) yang diraih Kanwil Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Bali menjadi pencapaian kolektif bersama sejumlah Unit Pelaksana Teknis (UPT).

Keberhasilan tersebut diraih oleh Lapas Kelas IIA Kerobokan, Rutan Kelas IIB Klungkung, LPKA Kelas II Karangasem, serta Rutan Kelas IIB Gianyar, yang dinilai konsisten membangun budaya kerja berintegritas dan pelayanan publik yang transparan.

Baca juga :  Lapas Kerobokan Refleksikan Nilai Pancasila Lewat Peringatan 1 Oktober

Acara tasyakuran digelar khidmat di Lapas Kelas IIA Kerobokan, diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Kemenimipas, serta dihadiri jajaran pimpinan tinggi dan seluruh Kepala UPT Pemasyarakatan se-Bali.

Momentum ini menjadi simbol komitmen bersama dalam mendukung reformasi birokrasi dan pemberantasan korupsi di lingkungan Pemasyarakatan.

Baca juga :  Perayaan Galungan di Lapas Kerobokan Berlangsung Penuh Khidmat

Kepala Kanwil Ditjenpas Bali, Decky Nurmansyah, menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran atas kerja keras dan konsistensi yang telah dibangun. Ia menegaskan bahwa capaian WBK bukan sekadar penghargaan, melainkan hasil dari perubahan pola pikir dan budaya kerja yang menempatkan integritas sebagai nilai utama.

“Keberhasilan kita meraih WBK membuktikan bahwa transformasi besar dapat terwujud apabila integritas menjadi panglima. Ini merupakan sejarah membanggakan bagi Pemasyarakatan Bali di tingkat nasional,” ujarnya.

Baca juga :  BPKAD: Tunjangan Makan ASN Bali Dihapus, Diganti Penyesuaian TPP

Sebagai tuan rumah kegiatan, Kepala Lapas Kelas IIA Kerobokan, Hudi Ismono, mengungkapkan rasa bangga atas dedikasi seluruh jajarannya. Menurutnya, predikat WBK merupakan buah dari komitmen berkelanjutan dalam memberikan pelayanan yang bersih, transparan, dan bermartabat kepada masyarakat.

“Ini adalah hasil kerja keras bersama. Kami berkomitmen menjaga kepercayaan publik dengan terus meningkatkan kualitas layanan Pemasyarakatan,” tegasnya.

Editor: Agus Pebriana