DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR – Gubernur Bali Wayan Koster mengajak semua pihak untuk tetap menjaga kondusifitas saat Hari Raya Nyepi dan Idukfitri yang jatuh berdekatan pada tahun 2026.

Hal tersebut disampaikan saat menggelar ramah tamah di Jayasabha Rumah Jabatan Gubernur Bali, Senin (16/03/2026).

Hadir dalam ramah tamah tersebut unsur Forkopimda, FKUB, Majelis dan Lembaga Keagamaan serta Organisasi Masyarakat.

Gubernur Koster mengaku mengikuti dan paham betul berbagai dinamika dalam menyambut Hari Raya Suci Nyepi dan Idul Fitri. Salah satunya ada selisih hari peringatan Lebaran.

“Umat Muslim tahun ini mungkin ada yang merayakan Idul Fitri tanggal 20, mungkin juga tanggal 21 sesuai perkiraan yang tertera pada tanggal merah kalender tahunan, namun kita tunggu hasil keputusan sidangnya dulu,” terangnya.

“Dan kebetulan Hari Raya Nyepi jatuhnya tanggal 19, jika ada yang merayakan Idul Fitri tanggal 20 jadi ya malam takbiran berbarengan dengan Nyepi. Dalam pelaksanaan takbiran, umat muslim ada yang melaksanakan di Masjid, ada yang tidak melaksanakan maupun ada yang melaksanakan di rumah masing – masing,” tambah Gubernur Koster.

Lebih jauh menurut Gubernur Koster, momen Hari Raya dua agama yang dirayakan hampir bersamaan ini menjadi hal yang bagus dan positif bagi Bali, serta penanda kondusifitas dan tingginya toleransi beragama seperti yang dikenal selama ini, terutama dalam hal menjaga citra pariwisata Bali.

“Kami sudah dapat berkumpul dengan seluruh Pimpinan Majelis Agama baik agama Muslim maupun agama lainnya, berkomunikasi bersama Para Pimpinan Forkopimda, hingga beberapa Menteri terkait, membahas topik yang sama, dan Saya sampaikan kondisi Bali baik – baik saja seperti kita berkumpul bersama disini malam ini,” jelasnya.

Gubernur Koster berharap dinamika perbedaan pandangan yang berkembang di media sosial tidak terus dibahas, hal yang menurutnya lebih penting yakni kondusifitas Bali. 

Untuk itu menjadi tanggungjawab setiap Pimpinan Majelis dan tokoh agama memberikan pencerahan kepada masing – masing sesuai kesepakatan yang disetujui dalam pertemuan sebelumnya, serta menjadi tanggungjawab setiap orang yang tinggal di Bali untuk menjaga esensi kesucian Hari Raya Nyepi maupun Hari Raya Idul Fitri.

Selaku Gubernur Bali, Koster meminta para hadirin selaku Pimpinan di institusi ataupun organisasi masing-masing memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga keamanan, kenyamanan dan Kondusifitas Bali.

“Semoga Hari Raya berjalan dengan khidmat dan lancar, Idul Fitri juga khusuk. Puasa hampir sebulan, tinggal menunggu perayaan lagi beberapa hari, godaannya lagi sedikit, jika bisa melewati ini tentu akan bagus hasilnya. Begitu sebaliknya umat Hindu, agar Nyepi berjalan bagus,” imbuhnya.

Editor: Agus Pebriana