DIKSIMERDEKA.COM JAKARTA – Pemerintah mulai menyiapkan langkah besar untuk menyelamatkan populasi gajah Indonesia yang kian terancam. Presiden Prabowo Subianto tengah menyiapkan dua kebijakan strategis: Instruksi Presiden (Inpres) penyelamatan gajah Sumatra dan Borneo serta Keputusan Presiden (Keppres) pembentukan Satgas inovasi pembiayaan taman nasional.

Hal tersebut disampaikan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni usai melaporkan perkembangan kebijakan kehutanan kepada Presiden di Istana Merdeka, Kamis (12/3).

Menurut Raja Juli, kebijakan ini menjadi respon serius pemerintah terhadap ancaman kepunahan gajah akibat menyusutnya habitat alami.

“Kalau tidak ada intervensi serius dari pemerintah, kerusakan kantong-kantong habitat gajah akan menjadi keniscayaan. Itu berpotensi membuat gajah sebagai spesies ikonik Indonesia menghadapi ancaman kepunahan,” ujarnya kepada awak media.

Baca juga :  Hanya 3 Pemimpin ASEAN Diundang Trump di Board of Peace , Prabowo Masuk Lingkaran Inti

Koridor Habitat untuk Selamatkan Populasi

Salah satu fokus utama Inpres tersebut adalah membangun koridor habitat gajah. Koridor ini memungkinkan gajah berpindah dari satu wilayah ke wilayah lain sehingga populasi tetap sehat secara genetik.

Selama ini banyak kantong populasi gajah terisolasi akibat ekspansi perkebunan dan pembangunan. Kondisi tersebut berisiko memicu perkawinan sedarah (inbreeding) yang bisa melemahkan populasi.

Pemerintah akan memanfaatkan sejumlah wilayah konsesi, termasuk perkebunan sawit di Sumatra, sebagai area preservasi.

“Di wilayah HGU sawit akan dibuat area preservasi yang menjadi jalur koridor antar kantong gajah,” jelas Raja Juli.

Dengan adanya koridor ini, gajah dapat bergerak bebas tanpa terjebak di habitat sempit yang memicu konflik dengan manusia.

Baca juga :  Bertemu di Bali, Menhan RI dan Menhan Australia Bahas Kerjasama Pertahanan

Prabowo Serahkan 90 Ribu Hektare Lahan

Dalam pertemuan itu, Raja Juli juga menyinggung langkah pribadi Presiden Prabowo yang menyerahkan sekitar 90 ribu hektare lahannya untuk konservasi.

Langkah tersebut dinilai sebagai bentuk komitmen langsung Presiden dalam menjaga habitat satwa liar Indonesia.

Menurut Raja Juli, dukungan Presiden terhadap konservasi gajah bahkan disebut para aktivis lingkungan sebagai yang paling kuat dalam sejarah pemerintahan Indonesia.

Satgas Pendanaan Taman Nasional

Selain Inpres konservasi gajah, pemerintah juga menyiapkan Keppres pembentukan Satgas Inovasi Pembiayaan Pengelolaan Taman Nasional.

Satgas ini akan mencari model pendanaan baru agar pengelolaan taman nasional tidak hanya bergantung pada APBN.

“Pendanaan inovatif akan kita dorong, termasuk melibatkan sektor swasta agar taman nasional Indonesia bisa berkelas dunia,” ujar Raja Juli.

Baca juga :  Ramai Postingan De Gadjah ‘Maju’ Gubernur Bali

Pendekatan ini diharapkan menjaga keseimbangan antara konservasi hutan dan perlindungan satwa liar.

Way Kambas Jadi Proyek Percontohan

Sebagai langkah awal, pemerintah akan menjalankan proyek percontohan di Taman Nasional Way Kambas, Provinsi Lampung.

Salah satu fokusnya adalah mengurangi konflik antara manusia dan gajah yang selama ini sering terjadi di sekitar kawasan taman nasional tersebut.

Presiden bahkan menyiapkan dana bantuan khusus untuk membangun pagar atau kanal pembatas antara kawasan taman nasional dan permukiman warga.

Langkah itu diharapkan dapat melindungi warga sekaligus menjaga gajah tetap berada di habitat alaminya.

“Ini menunjukkan bahwa Presiden Prabowo sangat peduli terhadap konservasi gajah di Indonesia,” pungkas Raja Juli.