DIKSIMERDEKA.COM,MATARAM — Sejarah kelam kolonialisme di Lombok dinilai bukan sekadar catatan pahit, tetapi peluang emas. Anggota Komisi X DPR RI, Bonnie Triyana, menyebut potensi wisata sejarah Perang Lombok bisa menyaingi bahkan melampaui magnet situs Waterloo Battlefield di Belgia.

“Di Belgia ada Lapangan Waterloo, tempat Napoleon kalah. Itu hanya lapangan dengan plang kecil, tapi pengunjungnya mencapai 300 ribu orang per tahun. Bayangkan Perang Lombok atau Lombok Oorlog yang sangat terkenal di Belanda, potensinya jauh lebih besar,” ungkap Bonnie kepada Parlementaria di Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, Rabu (11/2/2026).

Baca juga :  Adian Napitupulu : “Naikin Saja Gaji Guru, Negara Nggak Akan Rugi!”

Menurutnya, narasi yang dibangun bukan untuk mengagung-agungkan kekalahan atau membuka luka lama. Sebaliknya, sejarah Perang Lombok harus dihadirkan sebagai ruang edukasi tentang kekejaman kolonialisme agar generasi penerus memahami jati diri bangsanya.

Baca juga :  FISIP UNEJ Gelar Bonding Alumni dan Bedah Buku Pengembangan SDM

Bonnie bahkan memproyeksikan dampak ekonomi yang signifikan jika potensi itu dikelola serius. Ia mengacu pada data sekitar 2,6 juta wisatawan Belanda yang berkunjung ke Indonesia setiap tahun.

“Jika 500 ribu saja dari mereka datang ke Lombok untuk wisata sejarah, dan satu orang menghabiskan Rp 20 juta, bayangkan perputaran ekonominya. Mari kita manfaatkan nilai sejarah itu,” ajaknya.

Baca juga :  Bali Dapat Apresiasi atas Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar

Komisi X DPR RI pun menyatakan dukungan terhadap aspirasi tokoh masyarakat dan pegiat budaya di Mataram untuk merealisasikan gagasan tersebut. Harapannya, sejarah Lombok tidak lagi sekadar cerita masa lalu, melainkan mesin penggerak ekonomi lokal yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat.