DIKSIMERDEKA.COM, KUALALUMPUR-Pemerintah Malaysia bergerak keras memberantas peredaran rokok elektrik/Vape. Dalam operasi nasional Ops E-Cig Mega, aparat gabungan menyita produk vape senilai hampir RM9 juta atau sekitar Rp31 miliar. dilansir Media The Star Malaysia

Operasi besar-besaran itu digelar sejak 10 Februari dan melibatkan polisi, Kementerian Kesehatan, Kementerian Perdagangan dan Biaya Hidup, pemerintah daerah, serta otoritas pajak.

Deputi Direktur Departemen Keamanan Dalam Negeri dan Ketertiban Umum Bukit Aman, Komisioner Datuk Fisol Salleh, mengungkapkan operasi menyasar lokasi penjualan dan distribusi vape di seluruh negeri.

Baca juga :  Sudahkah Pendidikan Kespro Memadai ?

“Operasi ini melibatkan 2.140 petugas dari berbagai instansi. Sebanyak 154 lokasi jadi target dan 141 telah diperiksa,” ujarnya kepada wartawan, Senin (16/2).


“Sitaan vape terbesar

Total barang bukti yang disita mencapai RM8,876 juta (± Rp31 miliar), terdiri dari:

  • cairan vape: RM4,6 juta (± Rp16 miliar)
  • perangkat vape: RM4,11 juta (± Rp14,4 miliar)
  • perlengkapan terkait lainnya
Baca juga :  Kadiv Humas Polri : 34 Polda Sudah Terapkan ETLE untuk Penegakan Hukum

Polisi juga menjatuhkan denda administratif senilai RM330.200 (± Rp1,16 miliar).


Ratusan Orang Disaring, 4 Ditangkap

Sebanyak 181 orang diperiksa selama operasi. Hasilnya, empat orang ditangkap, termasuk:

  • satu kasus menghalangi petugas di Johor
  • dua kasus pelanggaran imigrasi

Menurut Fisol, operasi dilakukan berdasarkan informasi intelijen yang dikoordinasikan dengan unit penegakan Kementerian Kesehatan.

Ia menegaskan, meski pernah ditemukan cairan vape mengandung narkoba pada kasus sebelumnya, dalam operasi kali ini tidak ditemukan zat terlarang.

Baca juga :  Pemerintah Perbolehkan Anak-Anak dan Remaja Mudik Tanpa Tes COVID-19

Remaja Jadi Target Pengawasan

Fisol kembali mengingatkan bahwa penjualan vape kepada anak di bawah 18 tahun dilarang keras. “Kami akan terus melakukan penegakan terpadu bersama instansi terkait untuk menekan penyebaran produk vape, terutama di kalangan pelajar,” tegasnya.

Intinya, Malaysia sedang perang besar melawan vape ilegal. Nilai sitaan puluhan miliar rupiah menunjukkan bisnis ini bukan main-main—dan aparat tampaknya tak mau memberi ruang bagi peredarannya, khususnya di kalangan remaja.