DIKSIMERDEKA.COM,GIANYAR-Pemanfaatan aset negara kembali jadi sorotan. Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI Andreas Hugo Paraira menegaskan pentingnya optimalisasi Istana Kepresidenan Tampaksiring sebagai penguat sektor pariwisata sekaligus sumber Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP).

Pernyataan itu disampaikan saat memimpin Kunjungan Kerja Spesifik Komisi XIII DPR RI ke Kabupaten Gianyar, Bali, Rabu (11/2/2026).

Menurut Andreas, Istana Tampaksiring bukan sekadar bangunan kenegaraan. Nilai historis, arsitektural, dan simboliknya sangat kuat. Karena itu, pengelolaan harus lebih terukur dan profesional tanpa mengabaikan fungsi utamanya sebagai aset strategis negara.

Baca juga :  Pandemi Covid-19, Gubernur Koster Ajak Pelaku Pariwisata Tetap Optimis

“Potensi Istana Tampaksiring sangat besar, tidak hanya sebagai ikon sejarah dan kenegaraan, tetapi juga sebagai daya tarik wisata yang bisa berkontribusi pada PNBP. Tentu pengelolaannya harus tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian, keamanan, dan pelestarian,” ujarnya kepada Parlementaria.

Dalam kunjungan tersebut, Komisi XIII juga mengapresiasi program Istana untuk Rakyat (ISTURA). Program ini dinilai sukses mendekatkan masyarakat dengan institusi kepresidenan sekaligus memperkuat edukasi sejarah dan fungsi kenegaraan.

Baca juga :  Kakorlantas Polri Pantau Langsung Swab Antigen Gratis Wisatawan di Denpasar

“Program ISTURA menunjukkan tingkat kepuasan publik yang sangat tinggi. Ini menandakan masyarakat antusias dan merasa mendapatkan manfaat edukatif. Ke depan, kami mendorong agar program ini terus dikembangkan secara terukur, tanpa mengurangi aspek keamanan serta pelestarian cagar budaya,” tegas Politisi Fraksi PDI-Perjuangan ini.

Baca juga :  Jangan Khawatir, Wagub Cok Ace Tegaskan Destinasi Wisata di Bali Telah Tersertifikasi CHSE

Komisi XIII menilai, pengembangan fungsi edukasi dan wisata di kawasan Istana Tampaksiring harus berjalan seiring dengan perlindungan nilai sejarah dan budaya. Sinergi antar kementerian dan lembaga dinilai krusial agar pemanfaatan aset negara ini benar-benar optimal dan berdampak nyata.

“Kami berharap pengelolaan Istana Tampaksiring ke depan bisa menjadi contoh bagaimana aset negara dimanfaatkan secara produktif, tetap bermartabat, dan berkontribusi nyata bagi penerimaan negara,” tutupnya.