Lahan Sudah Disiapkan, PSEL Groundbreaking Maret 2026
DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR – Pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Provinsi Bali dijadwalkan mulai tahap groundbreking pada bulan Maret 2026. Proyek tersebut akan dibangun di lahan milik PT Pelindo yang dikerjasamakan dengan Pemerintah Kota Denpasar, di kawasan Akame, Benoa, Denpasar.
“Rencana bulan Maret seperti disampaikan Menteri Investasi,” terang Gubernur Bali Wayan Koster saat ditemui di Pasar Badung, Jumat (12/02/2026).
Koster mengatakan proyek PSEL Bali mendapatkan prioritas percepatan pembangunan. Bahkan kata Koster, pemerintah pusat memasukan Bali di gelombang pertama pembangunan.
Koster pun mengatakan Pemerintah Kota Denpasar telah menyiapkan lahan 6 hektar di kawasan Akame, Benoa, Denpasar untuk dibangun proyek yang diprakarsai Danantara tersebut.
“Lahan sudah, karena Pelindo dan pak wali kota sudah ada kerjasama menggunakan lahan Pelindo seluas 6 hektar,” ungkap Koster.
Lebih lanjut, Koster mengatakan sembari menunggu pembangunan PSEL dan penutupan TPA Suwung secara permanen, ia mengatakan Pemkot Denpasar dan Badung telah memiliki rencana aksi.
Salah satunya adalah menambah fasilitas pengolahan sampah di hulu dan di tengah untuk mengurangi volume sampah di hilir yaitu TPA Suwung.
Ia mengatakan akan kembali berdiskusi dengan Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq agar diberikan kebijakan waktu menutup TPA Suwung, setelah infrastruktur pengolahan sampah siap.
“Supaya tidak menimbulkan gejolak di masyarakat, maupun tidak mengganggu kenyaman dan pariwisata kita,” terangnya.
Adapun dalam rapat terbatas pada Selasa (10/02/2026) yang dipimpin Gubenur Koster, untuk memenuhi kebutuhan sampah ke PSEL, Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara dan Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa disepakati untuk secara bersama-sama memasok sampah
Dimana Kota Denpasar akan memasok 800 ton sampah per hari. Sementara Badung akan memasok 500 ton sampah per hari.
Reporter: Agus Pebriana

Tinggalkan Balasan