Ini Rencana Pemkot Denpasar Sebelum TPA Suwung Ditutup dan PSEL Beroperasi
DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR – Pemerintah Kota Denpasar menyiapkan sejumlah langkah untuk menangani persoalan sampah sebelum Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Suwung dan Pengolahan Sampah Energi Listrik (PSEL) beroperasi.
Fokus utama diarahkan pada penguatan pengelolaan sampah dari hulu melalui optimalisasi TPS3R, penambahan komposter, hingga penyiapan lokasi pengolahan sampah baru.
Hal tersebut disampaikan Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara saat ditemui usai rapat penutupan TPA Suwung di Kantor Gubernur Bali, Selasa (10/02/2026).
Jaya Negara mengatakan Pemkot Denpasar akan memaksimalkan penanganan sampah dari hulu sebagai bagian dari persiapan penutupan TPA Suwung serta menunggu PSEL beroperasi
Sejumlah langkah yang ditempuh adalah memperbanyak TPS3R, menambah jumlah tabung komposter hingga mencapai 176 ribu, serta mengembangkan teba modern vertikal.
Selain itu, Pemkot juga berencana akan membeli mesin baru pengolahan sampah yang bisa mengolah sampah sampai 100-200 ton per hari.
“Nanti kita akan membeli mesin dari beberapa perusahaan yang mampu mengolah sekitar 100 sampai 200 ton per hari, agar penanganan sampah di hulunya bisa semakin banyak terselesaikan,” jelasnya.
Adapun timbunan sampah yang dihasilkan Kota Denpasar sebesar 1050 ton per hari. Dari total itu, pemerintah hanya mampu 500 ton sampah perhari. Semetara sisanya belum mampu diolah dengan baik.
Sebelumnya, Menteri Lingkungan Hidup Hanif Nurofiq mengatakan proyek PSEL tahap awal dijadwalkan mulai groundbreking pada Maret 2026, salah satu lokasi prioritas gelombang pertama adalah Bali.
Lokasi proyek PSEL direncanakan dibangun di lahan 7 hektar milik Pemkot Denpasar yang bekerjasama dengan Pelindo di kawasan Benoa.
Sementara itu, TPA Suwung yang semula dijadwalkan ditutup 28 Februari 2026 telah diajukan diundur ke Kementerian Lingkungan Hidup.
Reporter: Agus Pebriana

Tinggalkan Balasan