Musim Hujan Jangan Cuma Bawa Payung, Ini 3 Penyakit yang Siap Nyergap Selain ISPA
DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR-Musim hujan itu enaknya banyak: udara adem, tidur makin nyenyak, makan mie rebus makin nikmat. Tapi ya itu… bonusnya juga ada: penyakit ikut ramai-ramai muncul.
Makanya, selain nyiapin jas hujan dan payung, kita juga wajib siapin satu hal penting: daya tahan tubuh. Soalnya, penyakit tertentu gampang banget nyebar pas cuaca sering mendung, dingin, dan lingkungan jadi lembap.
Dosen Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMSura) Ira Purnamasari ngingetin, selain ISPA, ada tiga penyakit lain yang cukup rentan menyerang saat musim hujan.
1) Tipes (Demam Tifoid)
Yang pertama ini lumayan sering kejadian: tipes alias demam tifoid. Penyakit ini menyerang saluran pencernaan karena bakteri Salmonella typhi.
Masuknya bakteri bisa lewat berbagai jalur. Mulai dari makanan yang terkontaminasi, lalu tangan kotor yang nyentuh makanan, sampai dari kotoran yang mencemari air yang dipakai sehari-hari.
Kalau sudah kena, gejalanya bisa panjang: badan panas yang naik turun, pusing, pegal, perut nggak enak, mual-muntah, diare, sampai komplikasi berat.
“Masuknya bakteri ke dalam saluran pencernaan ini menyebabkan suhu tubuh yang naik turun, nyeri kepala, nyeri otot, nyeri perut kanan atas, perasaan tidak nyaman pada perut, mual muntah, diare, hingga terjadinya perdarahan usus, syok, hingga penururan kesadaran,”ujar Ira
2) Leptospirosis
Nah ini penyakit yang sering muncul saat banjir, tapi banyak orang masih anggap sepele. Leptospirosis disebabkan bakteri leptospira dengan “bos besar” penyebarnya: tikus.
Urine tikus yang terinfeksi jadi sumber utama. Penularannya biasanya lewat air atau tanah yang tercemar, lalu masuk lewat luka di kulit. Di musim hujan, kasusnya lebih sering karena bakteri ini bisa bertahan lama dalam air.
“Masuknya bakteri ke dalam tubuh ini menyebabkan suhu tubuh yang naik secara mendadak disertai menggigil, nyeri kepala, nyeri otot, mual mutah, pada fase lanjutan muncul gejala batuk, nyeri dada, hingga batuk darah dan penurunan kesadaran,”imbuh Ira lagi.
3) DBD (Dengue Haemoragic Fever)
Kalau ini musuh langganan musim hujan: DBD alias Demam Berdarah Dengue (DHF). Penyebabnya virus dengue yang dibawa nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopticus.
Di musim hujan, air tergenang di mana-mana jadi “kolam lahiran” nyamuk. Wajar kalau kasusnya meningkat.
Gejalanya: demam mendadak, badan lemah, nyeri kepala, nyeri otot-sendip, mual-muntah, nyeri perut. Yang bikin bahaya, biasanya ada penurunan trombosit yang bisa memicu perdarahan sampai syok.
Hasil spesifik pada pemeriksaan diagnostik adalah penurunan kadar trombosit yang menyebabkan pendarahan pada gusi dan hidung, timbulnya bintik-bintik merah pada kulit, hingga terjadi syok, penurunan kesadaran hingga kematian.
Jangan Tunggu Tumbang, Ini Cara Cegahannya
Ira menegaskan, supaya tiga penyakit itu nggak mampir ke rumah kita, masyarakat harus tetap waspada. Caranya sebenarnya klasik, tapi sering disepelekan.
Mulai dari cuci tangan pakai sabun, jaga makanan-minuman tetap bersih, sampai rutin gerakan 3M untuk cegah DBD.
“Mengkonsumsi makanan dan minuman yang terjaga kebersihannya, melakukan gerakan 3M (mengubur, menguras, dan menutup), serta selalu menjaga kebersihan lingkungan sekitar dan menghindari bermain air saat banjir terutama pada saat memiliki luka pada kulit,”pungkas
Intinya: musim hujan boleh romantis, tapi urusan kesehatan jangan ikut baper. Waspada, jaga imun, dan jangan menganggap enteng gejala awal.

Tinggalkan Balasan