DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR – Gubernur Bali Wayan Koster menghadiri Hari Ulang Tahun Persatuan Seni Pencak Silat (PSPS) Bakti Negara Bali ke-71, di Pusat Latihan PSPS Bakti Negara, Kelurahan Sading, Mengwi, Badung, Sabtu (31/1/2026).

Turut hadir juga Wakil Gubernur Bali sekaligus Ketua Dewan Pimpinan Daerah PSPS Bakti Negara Nyoman Giri Prasta.

Pada kesempatan yang di hadiri ratusan anggota PSPS Bakti Negara Bali, Gubernur Koster menyampaikan rasa bangga terhadap para pesilat yang tergabung ke dalam Lembaga Dewan Pendekar PSPS Bakti Negara Bali ini.

Ia mengatakan di tengah banyak tantangan, para anggota PSPS Bakti Negara Bali harus mampu berdiri tegak, memegang teguh komitmen untuk menjaga Bali yang ajeg, damai dan penuh toleransi ditengah perbedaan.

Baca juga :  Gubernur Koster Minta Pertamina Investigasi Menyeluruh Kasus Pertalite di Bali

“Saya harapkan karakter ksatria ini akan terus bernaung di dalam hati kalian, untuk tetap membela kebenaran tanpa harus membuat onar,” terangnya.

Gubernur Koster juga mengapresiasi pembentukan karakter yang disiplin, tangguh dan berjiwa sosial di PSPS Bakti Negara. Melalui keanggotaan Persatuan Seni Pencak Silat ini, para pesilat dan generasi Bali yang tergabung di dalamnya,
tidak semata-mata memiliki kemampuan teknis bela diri, namun lebih menitik beratkan pada pembentukan karakter, penguatan mental, spiritual, dan fisik para pesilat.

Gubernur Koster menyampaikan bahwa pihaknya akan selalu memberikan dukungan terhadap keberadaan PSPS Bakti Negara Bali serta menyarankan agar keberadaan PSPS Bakti Negara juga tersedia hingga sampai tingkat kabupaten dan desa di Bali.

Baca juga :  Gubernur Koster Dorong Sistem Pencegahan Narkoba Berbasis Adat

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PSPS Bakti Negara Provinsi Bali, Nyoman Giri Prasta menyampaikan apresiasi terhadap dedikasi seluruh anggota Bakti Negara dalam melestarikan seni bela diri tradisional serta mendorong generasi muda untuk terus mengembangkan bakat mereka dalam pencak silat.

Dilaporkan Giri Prasta, bahwa Bakti Negara merupakan salah satu warisan leluhur yang menjalankan konsep sekala-niskala.

“Selama perjalanan, kami menemukan pura Mas Penida di wilayah Banyuasri, Buleleng. Yang mana di pura tersebut terdapat satu tarian sakral silat Bali yang dituangkan dalam konsep Tri Sakti yang diiringi dengan musik gambelan sama persis dengan bakti negara” katanya.

Baca juga :  Gubernur Koster Harap DPR Dapil Bali Solid Dukung RUU Provinsi Bali

Ditambahkannya, bahwa tarian sakral silat Bali tersebut saat ini sudah diperbolehkan untuk akselerasi dan tidak keluar dari pakem yang dimilikinya. Tarian yang dipentaskan saat pujawali ini menjadi bagian dari sasolahan wajib.

Giri juga menyampaikan bahwa untuk memperingati Hari Ulang Tahun ke-71 PSPS Bakti Negara Provinsi Bali, sejumlah anggota Bakti Negara melaksanakan anjangsana dari Desa Sangeh menuju Pusat Latihan PSPS Bakti Negara, Kelurahan Sading, Mengwi, Badung sejak jam 03.00 WITA.

Pada kesempatan yang baik ini, Gubernur Bali menyerahkan hibah berupa lahan milik Pemerintah Provinsi Bali seluas 34 Are atau senilai 13 Milyar kepada PSPS Bakti Negara dalam rangka memberikan dukungan terhadap kegiatan pencak silat.

Editor: Agus Pebriana