DIKSIMERDEKA.COM, KLUNGKUNG – Upacara sakral Tawur Labuh Gentuh mewarnai pelaksanaan Karya Agung di Desa Adat Batununggul, Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, Minggu (25/1/2026).

Upacara sakral ini ditandai dengan prosesi menghanyutkan berbagai persembahan dan hewan kurban ke tengah laut menggunakan kapal LCT.

Rangkaian upacara yang digelar di Pura Dalem Setra Batununggul ini turut dihadiri Bupati Klungkung I Made Satria sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian adat, budaya, dan tradisi keagamaan masyarakat setempat.

Baca juga :  Bupati Klungkung: Lomba Kicau Wujud Cinta pada Alam

Tawur Labuh Gentuh merupakan salah satu rangkaian dari Karya Agung Ngenteg Linggih, Padudusan Agung, Menawa Ratna, Tawur Balik Sumpah, Tabuh Gentuh, Labuh Gentuh lan Nubung Pedagingan yang dilaksanakan di Pura Dalem, Prajapati, Catus Pata lan Segara Desa Adat Batununggul, Kecamatan Nusa Penida.

Adapun puncak karya dijadwalkan berlangsung pada Buda Kliwon Matal, Rabu (28/1/2026). Selain prosesi Labuh Gentuh, juga dilaksanakan prosesi Ngelungsur Tirta Amerta di tengah samudra menggunakan perahu tradisional, serta prosesi Pedanan, yakni pengumpulan Ida Bhatara Kayangan Desa di Pura Dalem Batununggul.

Baca juga :  DPRD dan Pemkab Klungkung Sahkan Dua Perda soal Ketertiban dan Perumahan

Seluruh rangkaian upacara dipuput oleh Ida Peranda Gede Putra Batuaji, Ida Peranda Wana Yoga, dan Ida Peranda Gede Padang Rata.

Bupati Satria menyampaikan apresiasi yang tinggi atas kebersamaan dan kekompakan krama Desa Adat Batununggul dalam melaksanakan rangkaian upacara karya.

“Saya sangat mengapresiasi kebersamaan dan gotong royong yang telah ditunjukkan dalam pelaksanaan karya ini. Semangat kebersamaan ini agar terus dijaga dan dilestarikan, karena dengan gotong royong setiap pekerjaan akan terasa lebih ringan,” ujar Bupati Satria.

Baca juga :  Langkah Stretegis Bupati Satria Bawa Klungkung ke Panggung Wisata Dunia

Lebih lanjut, Bupati Satria berharap seluruh rangkaian upacara karya dapat berjalan dengan lancar hingga puncak karya. Dengan terlaksananya upacara ini, diharapkan seluruh umat senantiasa dianugerahi kedamaian, keselamatan, kerahayuan, serta kemakmuran.

Editor: Agus Pebriana