DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR – Pemerintah Kota Denpasar bergerak cepat merespons bencana angin puting beliung yang menerjang sejumlah wilayah pada Rabu (21/1/2026) dini hari. Kejadian ini menyebabkan puluhan bangunan serta rumah warga mengalami kerusakan ringan hingga sedang.

Beberapa titik lokasi kerusakan yaitu di wilayah Desa Sidakarya, Kelurahan Kesiman, dan juga Desa Sanur Kauh. Kebanyakan bangunan dan rumah warga yang terdampak angin puting beliung ini mengalami kerusakan ringan hingga sedang, baik pada bagian atap dan genteng, tembok maupun area Pelinggih warga.

Saat memimpin peninjauan lokasi bencana di wilayah Desa Sidakarya, Rabu (21/1/2026) Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa menyampaikan keprihatinannya atas kejadian ini.

Pihaknya juga mengkoordinir beberapa dinas terkait, antara lain BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran, DLHK, Dinas Sosial dan dinas terkait lainnya untuk segera melakukan pendataan dan assessment rumah korban terdampak bencana puting beliung.

Baca juga :  Mulai 1 Februari Pajak Reklame Denpasar Mengacu Perwali 40 Tahun 2025

“BPBD dan Dinas Sosial melalui Tim Tagana akan segera melalukan pendataan dan assessment. Ini menjadi hal penting untuk segera mengetahui seberapa besar kerusakan yang dialami oleh para warga,” kata Arya Wibawa.

Lebih jauh, Arya Wibawa juga memerintahkan dinas terkait, secara bergotong royong bersama-sama warga setempat melakukan pembersihan lokasi pascabencana. Hal ini lantaran beberapa puing reruntuhan tembok, ranting pohon dan dedaunan, genteng, asbes dan material lainnya terlihat memenuhi beberapa titik di kediaman warga dan akses jalan gang perumahan warga.

“Kita akan fokuskan untuk pembersihan lokasi bencana. Dinas terkait seperti DLHK dan lainnya akan dikerahkan untuk membantu warga melakukan pembersihan disini,” tegasnya.

Baca juga :  Apresiasi Wajib Pajak Taat Bayar Secara Digital, Pemkot Denpasar Berikan Reward 8 Unit Motor Listrik

Kepala BPBD Kota Denpasar, Ida Bagus Joni Arimbawa mengkonfirmasi, saat ini tim BPBD masih melakukan pendataan di lapangan  guna mengetahui apakah masih ada penambahan jumlah rumah warga yang terdampak bencana ini.

Dari hasil pendataan di lapangan, pada 3 titik lokasi wilayah, setidaknya 63 bangunan dan rumah warga terdampak angin puting beliung ini.

“Terdata 21 rumah warga terdampak bencana ini di Desa Sidakarya, kemudian 27 bangunan dan rumah warga di Kelurahan Kesiman, dan 15 di wilayah Desa Sanur Kauh. Kami akan melakukan pendataan lagi untuk mengetahui apakah ada penambahan data rumah warga yang mengalami kerusakan akibat bencana ini,” katanya.

Joni Arimbawa kemudian memerinci, titik lokasi Desa Sidakarya berada di wilayah gang Kenari, dan sekitarnya. Sementara itu, di Kelurahan Kesiman, titik lokasi berada di Jalan Pakis Aji, dan di desa Sanur Kauh sendiri, lokasi terkena bencana ini berada di wilayah Tunggak Bingin.

Baca juga :  Denpasar Jajaki Kerjasama Berbagai Bidang dengan Kota Wanning

“Sama seperti di wilayah Sidakarya dan Kesiman rata rata rumah warga mengalami kerusakan pada genteng, tembok, dan area Pelinggih,” tambah Joni Arimbawa.

Salah seorang warga Desa Sidakarya terdampak bencana puting beliung, Nyoman Alit Suteja, mengisahkan, kejadian angin puting beliung ini sendiri terjadi sekitar pukul 1.45 dini hari saat dirinya tengah tertidur.

Alit Suteja terbangun saat mendengar suara material berjatuhan, yang setelah dicek keluar rumah ternyata beberapa genteng rumahnya yang sudah berjatuhan.
“Setelah saya lihat ke rumah tetangga juga sama, banyak yang berjatuhan gentengnya, dan beberapa pohon juga tumbang,” ujarnya.

Editor: Agus Pebriana