BMKG Keluarkan Peringatan Gelombang Tinggi Hingga 4 Meter Ancam Perairan Bali,
DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR – Badan Meteorologi Klimatologi Dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan cuaca Bali terkait potensi gelombang tinggi yang berlaku mulai Sabtu,17 Januari 2026 pukul 07.00 WIB hingga Senin,20 Januari 2026 pukul 07.00 WIB. Kondisi cuaca Bali dalam periode tersebut berpotensi kurang bersahabat dan mengganggu aktivitas pelayaran serta wisata bahari.
Berdasarkan rilis resmi BMKG, dipengaruhi peningkatan tinggi gelombang sedang hingga tinggi, terutama wilayah perairan yang berbatasan langsung dengan Samudera Hindia.
Cuaca Bali Selatan Berpotensi Ekstrem
BMKG mencatat, cuaca Bali bagian selatan berpeluang memicu gelombang setinggi 2,5 hingga 4 meter. Kondisi ini penguatan angin akibat dinamika atmosfer dan aktivitas sistem cuaca di wilayah selatan Indonesia menjadi pemicunya.
Sementara itu, Laut Bali akan mengalami gelombang sedang dengan ketinggian 1,25 hingga 2,5 meter. Meski lebih rendah, kondisiini tetap berisiko bagi kapal kecil dan nelayan tradisional.
Angin Kencang Dominasi
BMKG menjelaskan, pola angin yang memengaruhiumumnya bergerak dari barat hingga barat laut dengan kecepatan antara 6–30 knot. Kecepatan angin tertinggi terpantau di perairan terbuka selatan Bali.
Kombinasi angin kencang dan arus laut kuat tersebut memperburuk kondisi terutama di jalur pelayaran selatan Pulau Dewata.
BMKG Imbau Waspada Dampak Gelombang tinggi
BMKG mengingatkan bahwa cuaca Bali saat ini berisiko terhadap keselamatan pelayaran, khususnya:
- Perahu nelayan, saat angin mencapai 15 knot dan gelombang 1,25 meter
- Kapal tongkang, saat angin mencapai 16 knot dan gelombang 1,5 meter
- Kapal ferry, saat angin mencapai 21 knot dan gelombang 2,5 meter
Nelayan dan pelaku wisata bahari diimbau tidak memaksakan aktivitas, terutama di perairan selatan yang terdampak langsung oleh cuaca ekstrem.
Pantau Update Resmi Cuaca
BMKG Bali meminta masyarakat pesisir untuk terus memantau informasi resmi cuaca Bali melalui situs dan media sosial BMKG guna mengantisipasi perubahan kondisi secara cepat.

Tinggalkan Balasan