Studi Kelayakan Selesai, Klungkung Pacu Realisasi Pelabuhan Kusamba
DIKSIMERDEKA.COM, KLUNGKUNG, BALI – Rencana Pemerintah Kabupaten Klungkung untuk membangun Pelabuhan Kusamba atau pelabuhan barang di Desa Pesinggahan, Kecamatan Dawan, kembali menunjukkan progres signifikan.
Laporan akhir studi kelayakan (feasibility study/FS) yang disusun tim Universitas Udayana menyatakan bahwa pembangunan Pelabuhan Kusamba layak secara regulasi, namun berstatus layak bersyarat.
Tim menyampaikan sejumlah catatan yang wajib dipenuhi, terutama terkait pembebasan lahan pada area pembangunan pelabuhan yang menjadi syarat mutlak sebelum proyek dapat dilanjutkan ke tahap konstruksi.
Bupati Klungkung, I Made Satria pelabuhan ini dinantikan masyarakat Klungkung, khususnya warga Nusa Penida, karena dinilai mampu menekan inflasi dan memperkuat jalur distribusi logistik ke pulau tersebut.
Lebih lanjut, ia mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Bali terkait lahan yang masuk kawasan pembangunan. Beberapa di antaranya adalah lahan Puskeswan, lahan milik Pemprov Bali yang digunakan sebagai Balai Benih Udang Galah (BBUG), serta sejumlah bidang tanah yang belum bersertifikat.
“Lahan pelabuhan ini sekitar empat hektar. Tanah yang belum memiliki sertifikat akan diusulkan kembali,” ujarnya.
Berdasarkan desain awal, pelabuhan akan mampu melayani kegiatan bongkar muat kapal jenis ferry dan roro, sehingga tidak hanya melayani penyeberangan menuju Nusa Penida, tetapi juga mengakomodasi distribusi barang ke wilayah Lombok dan Banyuwangi. Jika memungkinkan, fasilitas docking kapal juga akan disiapkan.
Bupati Satria menegaskan bahwa proyek ini memiliki nilai strategis untuk memperkuat konektivitas darat-laut Klungkung–Nusa Penida dan mendorong pemerataan pembangunan sektor pariwisata.
“Kami sangat mengharapkan masukan tim ahli dan OPD terkait agar pembangunan ini berjalan lancar,” ujarnya.
Ketua Tim FS Udayana, Ida Bagus Putu Adnyana, menjelaskan bahwa FS disusun untuk memberikan pedoman menyeluruh mengenai kelayakan pembangunan pelabuhan dari aspek teknis, ekonomi, keuangan, lingkungan, dan sosial.
“Dengan demikian, pelaksanaan proyek dapat berjalan terstruktur mulai dari perencanaan, konstruksi, hingga operasi,” terangnya
Editor: Agus Pebriana

Tinggalkan Balasan