DIKSIMERDEKA.COM, JAKARTA – Upaya Kejaksaan dalam memulihkan kerugian negara pada perkara korupsi Jalan Mogoy–Merdey mencapai titik akhir. Pada Selasa (9/12/2025), Kejati Papua Barat mengeksekusi uang pengganti Rp5,88 miliar sehingga total kerugian sebesar Rp7,32 miliar berhasil dipulihkan sepenuhnya.

Eksekusi ini dilakukan bertepatan dengan peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia (Hakordia) 2025 dan menjadi tahap akhir pemulihan kerugian negara dengan terdakwa Akalius Yanus Misiro (AYM) yang perkaranya telah berkekuatan hukum tetap (inkracht).

Baca juga :  Kejagung Tetapkan Dirut PT BUP Tersangka Korupsi BTS Kemenkominfo

Seluruh dana hasil eksekusi selanjutnya disetorkan ke rekening Kas Umum Daerah Provinsi Papua Barat.

Pelaksana Harian (Plh) Kepala Kejaksaan Tinggi Papua Barat Luhur Istiqhfar SH MH menyampaikan, dengan terlaksananya eksekusi ini maka total pemulihan kerugian negara dalam perkara tersebut telah mencapai Rp7.326.372.000,38 atau 100 persen.

Sebelumnya, terdakwa telah menyetorkan secara langsung uang sebesar Rp1.441.729.100 ke Kas Umum Daerah. Sisa kerugian negara sebesar Rp5,88 miliar kemudian dipulihkan melalui proses penyitaan dan eksekusi oleh kejaksaan.

Baca juga :  Kejagung Angkat Suara Soal Postingan Negatif Jaksa Jovi Andrea

“Eksekusi uang pengganti ini merupakan komitmen Kejaksaan dalam memulihkan kerugian keuangan negara sekaligus menegakkan prinsip akuntabilitas dan integritas dalam penanganan tindak pidana korupsi,” ujar Luhur Istiqhfar yang juga Wakil Kepala Kejati Papua Barat.

Menurutnya, Kejati Papua Barat bersama Kejari Teluk Bintuni akan terus melakukan langkah tegas terhadap para pelaku korupsi, termasuk mengoptimalkan penelusuran aset serta pelaksanaan eksekusi uang pengganti agar kerugian negara dapat dipulihkan secara maksimal.

Baca juga :  Sisir Korupsi Tata Kelola Minyak di Pertamina, Kejagung Periksa 7 Pejabat

Pelaksanaan eksekusi pada momentum Hakordia 2025 ini diharapkan menjadi pengingat sekaligus penguat upaya pemberantasan korupsi di Papua Barat, khususnya dalam sektor pengelolaan program dan pembangunan daerah, serta memberikan efek jera kepada pihak-pihak yang mencoba menyelewengkan keuangan negara.

Reporter: Edy
Editor: Agus Pebriana