DIKSIMERDEKA.COM, JEMBER – Kegiatan Bunga Desaku di Kecamatan Kencong memasuki hari kedua dengan kunjungan Bupati Jember, Gus Fawait, ke SMPN 1 Kencong.

Di hadapan guru dan ratusan siswa, Fawait menyoroti pentingnya budaya membaca serta menulis sebagai pijakan awal mencetak generasi berkualitas.

Ia mengapresiasi komunitas guru yang aktif mengkampanyekan kegiatan menulis dan menyebut gerakan literasi sebagai investasi masa depan.

Baca juga :  Festival Kaki Gunung Watu Pecah Berlangsung Semarak, Gus Fawait: Tahun Depan Kita Bikin Lebih Besar

Bupati menegaskan pemerintah daerah siap mendukung para pendidik yang ingin mengembangkan karya tulis maupun aktivitas kreatif berbasis literasi.

Dalam kunjungannya, Fawait juga membahas hasil konsultasinya dengan dokter kandungan dan dokter anak mengenai penyebab stunting serta tingginya AKI dan AKB.

Ia menyebut salah satu faktor yang kerap muncul adalah kehamilan di bawah usia 21 tahun yang berisiko bagi ibu dan bayi.

Baca juga :  Gus’e Menyapa Resmi Dimulai di Jenggawah, Jalan Santai Kampoeng Diserbu Ribuan Warga

Fawait menekankan usia ideal kehamilan berada pada rentang 21 hingga 35 tahun, sesuai rekomendasi medis yang diterimanya.

Karena itu, ia memanfaatkan pertemuan dengan para pelajar untuk memperluas pemahaman mereka tentang perencanaan pernikahan dan kesiapan kehamilan.

Selain memberi motivasi belajar, Fawait juga mengenalkan program beasiswa yang disiapkan Pemkab Jember untuk mendukung pendidikan generasi muda.

Baca juga :  Hadapi Pemangkasan Anggaran, Bupati Fawait Pastikan Pembangunan Jember Tetap Berjalan di 2026

Menurutnya, edukasi sejak SMP penting agar remaja memahami risiko kesehatan reproduksi dan mampu mengambil keputusan yang lebih matang.

Kunjungan ini sekaligus menegaskan peran Bunga Desaku sebagai sarana pemerintah untuk hadir langsung memberi intervensi pembangunan manusia.

Pemkab Jember berharap langkah tersebut dapat memperkuat literasi serta menekan angka stunting, AKI, dan AKB melalui edukasi sejak dini.