Pemkab Jember Fokus Bangkitkan Daerah Lewat Kolaborasi Strategis dengan Universitas Jember
DIKSIMERDEKA.COM, JEMBER – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember menunjukkan keseriusannya membangkitkan potensi daerah dengan menjalin kemitraan strategis bersama Universitas Jember (UNEJ).
Langkah ini menjadi bagian dari upaya besar Pemkab untuk mengembalikan kejayaan Jember di berbagai sektor pembangunan.
Bupati Jember, Muhammad Fawait, menilai kolaborasi dengan dunia akademik sangat penting dalam mendorong inovasi kebijakan dan perencanaan berbasis riset.
Ia optimistis kerja sama dengan UNEJ akan membuka ruang baru bagi kemajuan Jember yang lebih terarah dan berkelanjutan.
“Universitas memiliki peran penting sebagai mitra strategis pemerintah. Dari riset dan inovasi kampus inilah kita bisa menemukan solusi atas berbagai persoalan daerah,” ujar Fawait, Senin (7/10/2025).
Dalam forum pertemuan tersebut, Pemkab dan UNEJ sepakat memperkuat sinergi melalui program pengembangan desa tematik.
Model ini akan menjadi contoh penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi di lapangan, terutama dalam sektor pangan, pariwisata, serta pengelolaan potensi lokal masyarakat desa.
Langkah ini dilakukan sebagai jawaban atas berbagai tantangan yang dihadapi Jember.
Saat ini, daerah tersebut masih berada di peringkat kedua tertinggi tingkat kemiskinan absolut di Jawa Timur dan menjadi wilayah dengan kemiskinan ekstrem tertinggi dalam sepuluh tahun terakhir.
Selain itu, Pemkab juga menyoroti masalah rendahnya produktivitas pertanian akibat kurangnya perhatian terhadap infrastruktur pertanian.
“Sektor ini selama satu dekade tidak menjadi prioritas. Karena itu, Pemkab kini fokus memperkuat kembali fondasi pertanian rakyat,” kata Fawait.
Tidak hanya sektor pertanian, Pemkab Jember juga tengah melakukan percepatan pembangunan fisik di bidang pendidikan.
Ratusan gedung sekolah sedang dibangun melalui alokasi anggaran besar dari APBD dan dukungan APBN sebagai bukti komitmen dalam memperkuat sumber daya manusia.
Sementara itu, pengaktifan kembali Bandara Notohadinegoro turut menjadi prioritas Pemkab guna meningkatkan konektivitas dan mendukung pengembangan ekonomi daerah.
Proyek tersebut diharapkan mampu membuka akses investasi dan mempercepat pertumbuhan sektor pariwisata.
Bupati Fawait yakin kebijakan yang tengah dijalankan akan membawa Jember kembali diperhitungkan di tingkat regional.
Ia menilai potensi besar Jember perlu dikelola dengan pendekatan inovatif agar mampu bersaing dengan daerah lain di Jawa Timur.
“Dulu Jember pernah menjadi rujukan kemajuan di wilayah timur Jawa. Kami bertekad mengembalikan posisi itu, agar Jember kembali menjadi penggerak ekonomi kawasan Tapal Kuda,” tegasnya.
Untuk memperluas dampak pembangunan, Pemkab Jember juga berencana menggandeng kabupaten lain di kawasan Tapal Kuda, seperti Banyuwangi, Bondowoso, Lumajang, Situbondo, dan Probolinggo.
Kolaborasi regional dianggap penting untuk memperkuat daya saing wilayah.
Meski menghadapi penurunan Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Alokasi Khusus (DAK), Pemkab Jember tetap optimis.
Menurut Fawait, dukungan pusat melalui program Bantuan Pemerintah (Banpres) akan menjadi peluang baru bagi daerah.
“DAK dan DAU mungkin turun, tapi peluang Banpres justru terbuka lebar. Tahun ini saja bantuan fisik pendidikan meningkat signifikan, dan kami yakin tahun depan akan lebih besar lagi,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan