DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR, BALI – Pemerintah Kota Denpasar terus menunjukkan komitmennya dalam menangani persoalan sampah secara menyeluruh, mulai dari hulu hingga hilir. Salah satu langkah strategis yaitu menggandeng World Bank melalui program Integrated Sustainable Waste Management Program (ISWMP).

Hal ini terungkap dalam rapat koordinasi yang dipimpin Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, bersama Ketua CPMU ISWMP World Bank, Sandhi Eko Bramono, Direktur SUPD I Ditjen Bina Pembangunan Daerah Kemendagri, dan perwakilan Direktorat Sanitasi Kementerian PUPR Edison Siagian.

Baca juga :  Pemerintah Kebut Optimalisasi TPST Tahura 1, Target Olah Sampah 200 Ton/Hari

Wakil Wali Kota Arya Wibawa dalam paparannya menjelaskan bahwa pengelolaan sampah di Kota Denpasar terus dioptimalkan melalui pendekatan inovatif, salah satunya adalah konsep Teba Modern, yakni pengelolaan sampah organik berbasis kearifan lokal Bali.

“Teba Modern merupakan adaptasi dari budaya lokal masyarakat Bali dalam mengelola sampah organik. Dengan cara ini, masyarakat bisa mengelola sampah daun dan sisa tanaman di pekarangan rumah melalui lubang atau sumur khusus, yang kemudian menghasilkan kompos alami,” ujar Arya Wibawa.

Baca juga :  Pemkot Denpasar akan Perbaiki 39,69 Km Jalan Rusak di tahun 2024

Ia menambahkan, pendekatan ini tidak hanya memperdekat pengolahan sampah ke sumbernya, namun juga turut mengurangi beban di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dan mendukung ekonomi sirkular.

Senada dengan itu, Edison Siagian dari Direktorat Sanitasi Kementerian PUPR menekankan pentingnya penyediaan sarana pendukung pengelolaan sampah. Mulai dari tempat pengumpulan sampah terpilah, sarana angkut residu, hingga optimalisasi pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas pengolahan yang sudah tersedia.

Baca juga :  Cegah Rabies, Pemkot Denpasar Lakukan Vaksinasi Anjing Liar

Inisiatif Kota Denpasar ini dinilai potensial menjadi model percontohan nasional dalam pengelolaan sampah berbasis masyarakat dan kearifan lokal.

Melalui kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan lembaga internasional, pengelolaan sampah yang berkelanjutan diharapkan dapat membawa dampak nyata terhadap kebersihan lingkungan, kesehatan masyarakat, dan peningkatan kualitas hidup warga Kota Denpasar.

Editor: Agus Pebriana