Sat Kerthi dan Ajaran Bung Karno: Pondasi Utama Pembangunan Bali
DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR, BALI – Gubernur Bali Wayan Koster mengungkapkan aktualisasi nilai kearifan lokal Bali, sat kerthi yang sejalan dengan ajaran bapak pendiri bangsa, Bung Karno merupakan pondasi utama dalam pembangunan Bali era baru.
“Nilai kearifan lokal sat kerthi, dan ajaran Tri Sakti Bung Karno diaktualisasikan secara membumi dan kontekstual dalam berbagai aspek pembangunan Bali,” terang Gubernur Koster saat membuka Bulan Bung Karno Tahun 2025, di panggung terbuka Ardha Candra Art Center Denpasar, Minggu (1/6/2025).
Atma kerthi, terang Gubernur Koster, yaitu penyucian jiwa selaras dengan spiritualitas manusia Indonesia merdeka Bung Karno. Kemudian, segara kerthi yakni penyucian laut, sejalan dengan semangat kedaulatan maritim yang dikobarkan Bung Karno.
Lalu, danu kerthi sebuah konsep penyucian sumber air sejalan dengan simbol pemuliaan tanah air dalam konsep persatuan bangsa. Selanjutnya, wana kerthi yaitu pelestarian tumbuh-tumbuhan, mencerminkan keharmonisan manusia dan alam.
“Jana kerthi pemuliaan manusia, sesuai prinsip manusia Indonesia yang berdaulat. Dan jagat kerthi, pemuliaan alam semesta, sejalan dengan gagasan Bung Karno tentang ketertiban dunia yang adil dan damai,” terang Gubernur Koster.
Penyelenggaraan Bulan Bung Karno setiap Juni ini sendiri mengacu pada Peraturan Gubernur Bali Nomor 19 Tahun 2019. Gubernur Koster mengatakan Bulan Juni dipilih karena berkaitan dengan jejak historis Sang Proklamator.
“Tanggal 1 Juni sebagai Hari Lahir Pancasila, 6 Juni Hari Lahir Bung Karno, dan 21 Juni sebagai Hari Wafat Sang Bung Karno,” sebutnya.
Tahun ini, Bulan Bung Karno dirayakan dengan tema ’Prana Jagat Kerthi’ yang berarti ajaran dan karya-karya Bung Karno sebagai bagian dari harmoni agung semesta.
“Tema ini merupakan bagian dari implementasi visi pembangunan Nangun Sat Kerthi Loka Bali dalam kerangka pembangunan Bali Era Baru, dengan menekankan keseimbangan skala dan niskala untuk menciptakan kehidupan masyarakat yang harmonis dan sejahtera,” ungkap Gubernur Koster.
Untuk memeriahkan Bulan Bung Karno 2025, Pemerintah Provinsi Bali menyelenggarakan berbagai lomba, antara lain lomba musikalisasi puisi karya Bung Karno berjudul ‘Sudah Beribu Kembali’, lomba film pendek bertema ekonomi berdikari berbasis kearifan lokal Bali. Kemudian, lomba film dokumenter bertema ketahanan budaya Bali di tengah arus globalisasi.
Lomba-lomba ini terbuka untuk umum, termasuk pelajar, dan mahasiswa se-Bali, dengan total hadiah mencapai Rp 115 juta yang bersumber dari APBD.
Gubernur Koster mengajak seluruh masyarakat Bali, khususnya generasi muda, untuk terus mengembangkan diri agar menjadi sumber daya manusia yang unggul, produktif, dan berdaya saing tinggi. Ia menekankan pentingnya menjaga dan melestarikan nilai-nilai budaya Bali agar mampu bertahan dan eksis dalam tantangan zaman.
Editor: Agus Pebriana

Tinggalkan Balasan