DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR, BALI – Provinsi Bali menjadi satu-satunya provinsi di Indonesia yang konsisten menyelenggarakan peringatan Bulan Bung Karno pada bulan Juni setiap tahunnya. Peringatan ini diatur dalam Peraturan Gubernur Bali Nomor 19 Tahun 2019.

Bulan Juni dipilih karena memiliki keterikatan historis dengan Bung Karno. Dimulai dari 1 Juni sebagai Hari Lahir Pancasila, 6 Juni Hari Lahir Bung Karno, dan 21 Juni sebagai Hari Wafat Sang Proklamator.

Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan peringatan ini merupakan refleksi sekaligus ekspresi rasa syukur atas peran kesejarahan Bung Karno dalam kemerdekaan Indonesia.

Peringatan ini menjadi momentum penting untuk mengenang dan memuliakan sosok Bung Karno sebagai Bapak Bangsa yang sejak muda telah menanamkan semangat anti imperialisme dan kolonialisme.

Baca juga :  Gubernur Koster Resmi Buka Bulan Bung Karno 2025

Penegasan tersebut diungkapkan Gubernur Koster saat membuka Bulan Bung Karno Tahun 2025 dengan tema ‘Prana Jagat Kerthi’ bertempat di Art Center, Denpasar, Minggu (1/6/2025).

“Ini merupakan refleksi dan ekspresi rasa syukur kita bersama sebagai bangsa atas peran kesejarahan Bung Karno dalam kemerdekaan Indonesia. Sehingga kita mampu berdiri tegak di hadapan bangsa-bangsa besar di dunia,” terangnya.

Bung Karno, kata Gubernur Koster lebih lanjut, rela menjalani penderitaan sebagai tahanan politik dan pengasingan selama lebih dari 11 tahun demi memperjuangkan cita-cita kemerdekaan Indonesia.

Baca juga :  Cerdas Cermat Bulan Bung Karno: Literasi Pembangunan Bali bagi Generasi Muda

Gubernur Koster menjelaskan tahun ini, Bulan Bung Karno tema ’Prana Jagat Kerthi’ yang berarti ajaran dan karya-karya Bung Karno sebagai bagian dari harmoni agung semesta.

“Tema ini merupakan bagian dari implementasi visi pembangunan Nangun Sat Kerthi Loka Bali dalam kerangka pembangunan Bali Era Baru, dengan menekankan keseimbangan skala dan niskala untuk menciptakan kehidupan masyarakat yang harmonis dan sejahtera,” terangnya.

Untuk memeriahkan Bulan Bung Karno 2025, Pemerintah menyelenggarakan berbagai lomba, antara lain lomba musikalisasi puisi karya Bung Karno berjudul ‘Sudah Beribu Kembali’, lomba film pendek bertema ekonomi berdikari berbasis kearifan lokal Bali.

Baca juga :  Bulan Bung Karno, Penghayatan Semangat Gotong Royong Menggema di Desa Darmasaba

“Kemudian, lomba film dokumenter bertema ketahanan budaya Bali di tengah arus globalisasi. Lomba-lomba ini terbuka untuk umum, termasuk pelajar, dan mahasiswa se-Bali, dengan total hadiah mencapai Rp 115 juta yang bersumber dari APBD,” terangnya.

Terakhir, Gubernur Koster mengajak seluruh masyarakat Bali, khususnya generasi muda, untuk terus mengembangkan diri agar menjadi sumber daya manusia yang unggul, produktif, dan berdaya saing tinggi.

Ia menekankan pentingnya menjaga dan melestarikan nilai-nilai budaya Bali agar mampu bertahan dan eksis dalam tantangan zaman.

Editor: Nyoman