DIKSIMERDEKA.COM, JEMBER – Peresmian Sekolah Rakyat oleh Menteri Sosial RI Syaifullah Yusuf di Balai Diklat BKPSDM disambut meriah oleh Bupati Jember Muhammad Fawait.

Gus Fawait, sapaan akrabnya, menyebut bahwa program ini merupakan langkah strategis dan jangka panjang dalam mengatasi kemiskinan yang masih melilit sebagian warga Jember.

“Itu satu-satunya cara jangka panjang, yakni dengan menuntut ilmu,” ujar Gus Fawait saat memberi semangat kepada para wali murid yang hadir dalam acara tersebut.

Baca juga :  Pemkab dan DPRD Jember Tandatangani Nota Kesepakatan Perubahan KUA-PPAS 2025

Ia menambahkan, pendidikan adalah warisan paling berharga. “Mungkin kita biasa sekali ndak papa, tapi kalau anak kita bisa menuntut ilmu dengan baik, InsyaAllah dimuliakan hidupnya,” tegasnya.

Program Sekolah Rakyat sendiri merupakan gagasan langsung dari Presiden RI Prabowo Subianto yang menyasar anak-anak dari keluarga kurang mampu.

“Program sekolah rakyat ditujukan untuk anak-anak yang masuk DTSEN desil 1 dan desil 2,” terang Gus Fawait.

Pemkab Jember saat ini telah menyiapkan lahan seluas 9 hektare khusus untuk pembangunan sekolah tersebut yang akan mengedepankan kenyamanan bagi siswa.

Baca juga :  UDS Jember Bangun Gedung RKB Lima Lantai, Bupati Fawait Dukung Penuh Visi Pendidikan

“Sekolah akan dibaguskan, pemkab hanya menyediakan lahan saja,” jelasnya lebih lanjut terkait dukungan pemerintah daerah.

Tak hanya bangunan, fasilitas seperti makanan, tempat tidur, dan kamar mandi juga akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah pusat.

“Baik bangunan dan makan akan ditanggung pemerintah. Termasuk tempat tidur bagus, kamar mandi juga bagus,” ujar Gus Fawait.

Baca juga :  Progres Capai 15,54 Persen hingga Maret 2026, Pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II Terus Dikebut

Dengan fasilitas yang lengkap dan nyaman, Gus Fawait sempat bercanda, “Saya khawatir bapak ibuknya mau ikut sekolah karena sekolahnya sangat bagus.”

Sekolah ini diperuntukkan bagi anak-anak dari jenjang SD hingga SMA, dan Pemkab Jember telah menyiapkan 20 ribu beasiswa untuk melanjutkan kuliah.

“Tahun depan kami akan bekerja sama dengan negara luar,” tandasnya, menyebut China dan Timur Tengah sebagai tujuan bantuan kuliah gratis.