DIKSIMERDEKA.COM, JEMBER – Dalam rangka meningkatkan cakupan peserta KB metode operasi, RSUD dr. Subandi Jember menggelar bakti sosial pelayanan kontrasepsi MOP dan MOW pada Sabtu (17/05/2025).

Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara RSUD dr. Subandi, DP3AKB, dan BKKBN Provinsi Jawa Timur untuk mendukung program KB jangka panjang di Kabupaten Jember.

Selain itu, kegiatan ini juga merupakan bagian dari persiapan menghadapi tiga agenda penting: pelayanan KB MURI MOP dan MOW, program KB Perusahaan, dan peringatan Hari Jadi IBI.

Bakti sosial ini tak hanya menargetkan peningkatan peserta KB, namun juga sebagai langkah nyata dalam menekan angka stunting di Jember melalui perencanaan keluarga yang matang.

Plt. Direktur RSUD dr. Subandi, dr. I Nyoman Semita, Sp., menyatakan bahwa kegiatan ini mencatat 218 peserta wanita mengikuti MOW dan 5 peserta pria menjalani MOP.

“Jumlah pendaftar sebenarnya lebih dari 400 orang. Tapi karena keterbatasan fasilitas dan tenaga medis, kami hanya bisa layani 223 peserta,” kata dr. Nyoman.

Ia menambahkan meskipun tak semua bisa dilayani, ini tetap jadi capaian luar biasa bagi kami dan tentu sangat berarti bagi masyarakat.

Dr. Nyoman juga menjelaskan bahwa metode operasi merupakan alternatif KB yang lebih aman dibandingkan pil, suntik, maupun spiral yang kerap menimbulkan efek samping.

“Operasi ini aman dan efektif. Bila suatu saat ingin anak lagi, prosedur bisa dibuka karena hanya bersifat sementara,” jelasnya.

Untuk menjamin keselamatan peserta, RSUD dr. Subandi telah menyiapkan ruang gawat darurat, ventilator, dan perlengkapan medis lainnya guna antisipasi kondisi darurat.

“Standar medis tetap jadi prioritas utama kami. Pelayanan dilakukan dengan pengawasan ketat demi keamanan pasien,” tegas dr. Nyoman.

Ia berharap masyarakat mulai mempertimbangkan MOP dan MOW sebagai solusi jangka panjang yang efisien dan terjangkau dalam merencanakan keluarga.

“Dengan satu kali tindakan, keluarga bisa hemat biaya kontrasepsi dan lebih terjamin masa depannya secara kesehatan dan ekonomi,” pungkasnya.