DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR, BALI – Ribuan krama hadir dalam upacara Upacara Ngusaba di Pura Penataran Agung, Desa Adat Penatih Denpasar, Selasa (13/5). Suasana haru dan penuh rasa syukur menyelimuti pelaksanaan momen sakral ini dan menjadi kian istimewa dengan kehadiran Gubernur Bali Wayan Koster, yang turut ngaturang bakti di tengah-tengah masyarakat.

Bendesa Adat Penatih, I Wayan Ekayana, menyampaikan rasa bangga dan terima kasih atas kehadiran sosok yang selama ini dikenal dekat dengan masyarakat adat.

Baca juga :  Gubernur Koster Beberkan Upaya Penanganan Covid-19 Bali yang Dianggap Berhasil

“Kami krama merasa sangat bahagia dan bangga karena Bapak Wayan Koster berkenan hadir langsung dalam Upacara Ngusaba. Beliau bukan sekadar hadir, tetapi benar-benar menunjukkan kepedulian terhadap adat, budaya, dan spiritualitas Bali,” ujar Ekayana.

Ia menyampaikan, Gubernur Koster dikenal konsisten dalam memperkuat desa adat, mendukung pelestarian budaya, serta memperhatikan infrastruktur spiritual seperti pura, wantilan, hingga balai adat. 

“Beliau bukan hanya seorang birokrat, tetapi juga pemimpin kultural yang memahami denyut nadi kehidupan krama Bali,” jelasnya.

Baca juga :  Tawur Tabuh Getuh Payangan Kembali Setelah 65 Tahun, Ini Pesan Gubernur Koster

Upacara Ngusaba merupakan salah satu tradisi penting dalam siklus upacara adat di Penatih. Prosesi ini digelar setiap 10 tahun sebagai bentuk rasa syukur atas karunia Ida Sang Hyang Widhi Wasa serta harapan agar masyarakat senantiasa diberi keselamatan dan kemakmuran.

Dengan mengenakan pakaian sembahyang dan membawa sarana upakara, krama mengikuti setiap tahapan upacara dengan khidmat.

“Beliau hadir dan merawat rasa kebersamaan dengan masyarakat. Ini yang kami rindukan dari seorang pemimpin,” tutup Bendesa Ekayana dengan penuh haru.

Baca juga :  Jamin Ketersediaan Beras Murah, Gubernur Koster Kembangkan Lumbung Pangan

Bagi warga Penatih, kehadiran Koster bukan hanya menambah kekhidmatan upacara, tetapi juga mengobarkan semangat menjaga warisan leluhur. “Di tengah kesibukannya, beliau tetap hadir bersama masyarakat, ikut sembahyang, dan memberikan energi positif. Ini pemimpin yang tak melupakan akarnya,” ujar salah satu krama usai upacara.

Bahkan, tak sedikit warga yang secara spontan menghampiri untuk bersalaman dan berfoto bersama. Suasana penuh kehangatan pun tercipta di pelataran pura.