DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR, BALI – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kerobokan berhasil memanen sebanyak 89 kilogram ikan lele dari kegiatan budidaya yang dilakukan oleh kelompok warga binaan selama dua bulan terakhir. Hasil panen tersebut langsung didistribusikan kepada pihak supplier yang sebelumnya menyuplai bibit lele.

Kegiatan budidaya ini merupakan bagian dari program pembinaan kemandirian bagi warga binaan, sejalan dengan Program Akselerasi dari Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto. Program ini bertujuan untuk memberdayakan warga binaan dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

Baca juga :  Lapas Kerobokan Terapkan Pembinaan Holistik Lewat Senam Bersama Pegawai dan Warga Binaan

Kepala Lapas Kerobokan, Hudi Ismono, menyatakan bahwa kegiatan ini bukan hanya fokus pada hasil panen, tetapi juga memberikan nilai edukatif dan membentuk karakter warga binaan.

“Program budidaya lele ini tidak hanya memberikan manfaat dalam hal ketahanan pangan, tetapi juga membekali Warga Binaan dengan keterampilan beternak ikan yang bisa mereka manfaatkan setelah bebas nanti,” ujar Hudi.

Baca juga :  Irjen Kemenimipas Apresiasi Program Kemandirian Lapas Kerobokan

Selain menanamkan keterampilan, program ini juga bertujuan membangun semangat kewirausahaan, rasa tanggung jawab, dan kerja sama tim di antara para narapidana. Hal ini diharapkan dapat mempercepat proses reintegrasi mereka ke masyarakat setelah masa hukuman selesai.

Baca juga :  Lapas Kerobokan Ikut Panen Raya Serentak Dukung Kedaulatan Pangan

Lapas Kerobokan berencana untuk terus mengembangkan program serupa dengan memperkenalkan lebih banyak jenis usaha produktif. Harapannya, para warga binaan dapat meningkatkan kualitas hidup dan siap kembali berkontribusi secara positif di tengah masyarakat.

Editor: Agus Pebriana