DIKSIMERDEKA.COM, KARANGASEM, BALI – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bali akan menggelar webinar literasi digital untuk segmen pendidikan di Kabupaten Karangasem, Selasa (2/4/2024) besok.

Webinar kali ini mengambil tema ”Bebas Namun Terbatas: Berekspresi di Media Sosial”. Adapun tiga narasumber diskusi yaitu, Pengawas Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kab. Karangasem I Ketut Latri, pemerhati telematika dan multimedia Roy Suryo, musisi Raka Maukar.

”Webinar ini juga dapat diikuti gratis dengan cara mengisi link registrasi peserta di https://s.id/pendaftaranbalinustra020424. Selain mendapat e-sertifikat, panitia juga menyediakan hadiah e-money sebesar Rp 1 juta untuk 10 peserta yang beruntung,” tulis Kemenkominfo dalam rilisnya kepada awak media, Senin (1/4/2024).

Baca juga :  Gandeng Pemprov NTB, Kemenkominfo Gelar Webinar Bahas Literasi Dakwah di Dunia Digital

Terkait tema diskusi, Kemenkominfo menjelaskan, kebebasan berekspresi di media sosial merupakan kebebasan untuk mencari, menerima dan memberikan informasi dan gagasan dalam segala jenis tanpa memandang batas pengertian. Kebebasan itu juga dijamin oleh konstitusi Pasal 28 huruf e dan f UUD 1945.

”Meski begitu, pengguna digital sering lupa, kebebasan seseorang dalam berpendapat dan berekspresi dibatasi oleh kebebasan orang lain. Untuk itulah muncul Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE),” jelas Kemenkominfo.

Untuk diketahui, webinar ini merupakan bagian dari program Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) yang dihelat Kemenkominfo. GNLD digelar sebagai salah satu upaya untuk mempercepat transformasi digital di sektor pendidikan hingga kelompok masyarakat menuju Indonesia yang #MakinCakapDigital.

Baca juga :  Kolaborasi Kemenkominfo dan Disdik NTB, Ajak Pelajar Ikuti Webinar tentang Etika di Dunia Digital

Sampai dengan akhir 2023, tercatat sebanyak 24,6 juta orang telah mengikuti program peningkatan literasi digital yang dimulai sejak 2017. ”Kegiatan ini diharapkan mampu menaikkan tingkat literasi digital 50 juta masyarakat Indonesia hingga akhir 2024,” tambah Kemenkominfo.

Tahun ini, program #literasidigitalkominfo mulai bergulir pada Februari 2024. Berkolaborasi dengan Siber Kreasi dan 142 mitra jejaring seperti akademisi, perusahaan teknologi, serta organisasi masyarakat sipil, program ini membidik segmen pendidikan dan segmen kelompok masyarakat sebagai peserta.

”Program ini bertujuan meningkatkan kemampuan masyarakat Indonesia dalam memanfaatkan teknologi digital secara positif, kreatif, produktif, dan aman,” tulis Kemenkominfo.

Baca juga :  Webinar di Buleleng, Ajak Guru Kenali Tips dan Trik Keamanan Privasi Secara Digital 

Kecakapan digital menjadi penting, karena – menurut hasil survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) – pengguna internet di Indonesia pada 2024 telah mencapai 221,5 juta jiwa dari total populasi 278,7 juta jiwa penduduk Indonesia.

Survei APJII juga menyebut, tingkat penetrasi internet Indonesia pada 2024 menyentuh angka 79,5 persen. Ada peningkatan 1,4 persen dibandingkan dengan periode sebelumnya. Tercatat, pada 2018, penetrasi internet Indonesia berada di angka 64,8 persen.

”Kemudian naik secara berurutan menjadi 73,7 persen pada 2020, 77,01 persen pada 2022, dan 78,19 persen pada 2023,” urai Kemenkominfo.

Editor: Agus Pebriana