DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR, BALI – Mantan Gubernur Bali Periode 2018-2023 Wayan Koster menargetkan angka partisipasi perguruan tinggi di Bali dapat meningkat menjadi 40 persen selama lima tahun kedepan dari 2024-2029.

Koster mengatakan saat ini partisipasi pendidikan perguruan tinggi di Bali hanya 34 persen.

Partisipasi tersebut lebih rendah ketimbang partisipasi tingkat sekolah dasar di Bali yang mencapai 103 persen, kemudian tingkat SMP capai 98 persen, tingkat SMA capai 90 persen.

Baca juga :  Rektor IPB Apresiasi Revolusi Pertanian Gubernur Koster

“Hitungan saya selama lima tahun kedepan nanti (2024-2029) partisipasi pendidikan Bali sudah bisa di angka 40 persen,” ungkap Koster dalam diskusi meretas visi ‘Nangun Sat Kerthi Loka Bali’, Rabu, (03/07/2024).

Untuk mencapai target tersebut salah satu skema yang dilakukan adalah membangun kerjasama antara pemerintah daerah dengan seluruh perguruan tinggi di Bali baik diploma 1, diploma 4, atau sarjana.

Kerjasama ini kata Koster bertujuan untuk menekan biaya agar lebih rendah sehingga akses masyarakat terhadap pendidikan tinggi dapat terjangkau.

Baca juga :  Gubernur Koster Yakinkan Pungutan Wisman Tak Akan Pengaruhi Tingkat Kunjungan

“Kita mendorong terutama agar siswa yang pendidikan fokus pada keterampilan atau vokasi (SMK) kita untuk setidaknya masuk minimal Diploma 1,” terangnya.

Koster menyadari peningkatan partisipasi pendidikan tinggi penting bagi masa depan Bali. Hal ini karena pendidikan kata Koster, tidak hanya berkaitan dengan pembangunan karakter, namun juga peningkatan kualitas sumber daya manusia Bali.

Baca juga :  Gubernur Koster: Persentase Kesembuhan Pasien Covid-19 Bali Tertinggi Nasional

“Kekuatan Bali itu ada pada kualitas sumber daya manusianya. Untuk itu peningkatan sumber daya manusia harus terus dan cepat dilakukan,” terangnya.

Kendatipun tingkat partisipasi pendidikan tinggi baru mencapai 34 persen, Koster mengatakan jika dibandingkan dengan daerah lain, partisipasi dan kualitas pendidikan tinggi di Bali sudah bagus.

“Kalau di Indonesia pendidikan tinggi nya sudah jauh lebih bagus dan berkualitas,” terang Koster.

Reporter: Agus Pebriana