DIKSIMERDEKA.COM, KLUNGKUNG, BALI – Bakal Calon Bupati Klungkung dari Partai PDI Perjuangan, I Made Satria menyebut baliho dengan jargon SKS (Satria Klungkung Satu) merupakan aspirasi dari masyarakat terhadap dirinya.

Lebih lanjut, ia menambahkan selain bentuk aspirasi dari masyarakat, baliho tersebut merupakan sarana untuk mengenalkan dirinya yang dilakukan oleh relawan di tiap kecamatan yang ada di Kabupaten Klungkung.

“Adanya pemasangan baliho tiyang (saya) di beberapa tempat di Klungkung, merupakan gerakan spontanitas inisiatif dari relawan, mungkin bermaksud ingin memperkenalkan tiyang pada masyarakat Klungkung,” ujar Satria saat dikonfirmasi oleh wartawan diksimerdeka.com, Rabu (12/6/2024).

Baca juga :  Dikeroyok 11 Partai, PDI Perjuangan Bali Tetap Perkasa

Ia menyebut, selain di Klungkung daratan, diketahui baliho dirinya juga tersebar di Klungkung kepulauan (Nusa Penida).

“Katanya di Nusa Penida juga ada termasuk Lembongan dan Jungut Batu, tiyang tidak tahu persisnya kapan dipasang, namun tiyang sangat berterimakasih pada semua relawan, begitu peduli dan kompak telah melakukan hal itu secara sukarela untuk menyatakan dukungannya,” sambungnya.

Baca juga :  Masuk Bursa Calon Bupati Klungkung, Juliarta: Oke Gas!

Terakhir ia menyebut baru mengetahui adanya pemasangan baliho tersebut setelah adanya laporan dari para relawan melalui sambungan telepon.

“Pada saat pemasangan tidak ada relawan yang mengkonfirmasi, namun beberapa hari setelah pemasangan baru ada beberapa relawan mengirim foto-foto dan video telah dilakukannya pemasangan baliho, tiyang di beberapa tempat. Tiyang langsung merespon dengan mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya,” tandasnya.

Baca juga :  Pendiri KedaiKOPI Nilai Calon PDIP Akan Dominasi Kemenangan Pilkada Bali

Untuk diketahui, selain baliho yang dipasang oleh Relawan Made Satria di Kabupaten Klungkung sendiri sudah ada beberapa baliho yang bertebaran diantaranya, I Wayan Sumardika, I Made Kasta, I Ketut Juliarta, Tjok Gede Agung Sumara Wisesa,I Made Wijaya dan Anak Agung Gde Anom.

Reporter: Dewa Fathur