DIKSIMERDEKA.COM, BENGKULU – DPRD Bengkulu mengkritik absen staf administrasi Pemerintah Provinsi Bengkulu yang terkesan tidak menghargai rapat paripurna, Selasa (28/05/2024).

Padahal rapat tersebut mengangkat agenda penting terkait rancangan peraturan daerah perubahan kedua atas nomor 8 tahun 2016 tentang pembentukan peraturan daerah.

Ketua Panitia IV DPRD Bengkulu mengatakan pihaknya sangat kecewa atas minimnya kehadiran pemimpin yang tidak menunjukkan rasa hormat dalam rapat paripurna.

Baca juga :  Komisi IV DPRD Provinsi Bengkulu Koordinasikan Penanganan Bencana ke BNPB

Meski hal itu diungkapkan dalam rapat dan usulan perda dibahas, namun posisi ketua OPD masih kosong.

Karena beberapa kursi OPD masih kosong saat tanggapan gubernur disampaikan, Edwar menyampaikan protesnya kepada Asisten III Kanwil Provinsi Bengkulu Nandar Setiawan, yang menunjukkan kurangnya rasa hormat terhadap proses parlemen.

Setelah sempat terhenti, pembentukan panitia khusus rancangan peraturan zonasi yang sedang dibahas, rapat dilanjutkan dengan topik rancangan peraturan zonasi yang digagas DPRD Provinsi Bengkulu, namun para pejabat OPD kembali tidak hadir.

Baca juga :  Pemprov Bengkulu Kembali Raih WTP yang Ketujuh Kalinya
DPRD Bengkulu Kritik Absenya Staf Administrasi di Rapat Paripurna

Hal ini memberikan kesan bahwa pengelola kurang antusias dan tertarik dengan pembahasan penting tersebut.

Sementara itu, Ketua konferensi sekaligus Wakil Ketua DPRD Provinsi Bengkulu II Suharto menyatakan kekecewaannya atas ketidakhadiran OPD.

Baca juga :  Studi Tiru Peningkatan Pendapatan Daerah, Anggota DPRD Provinsi Bengkulu Lakukan Kunjungan Dinas ke Kabupaten Bungo

Mereka menekankan perlunya menghadiri semua sidang pleno dan secara serius membahas semua topik yang dibahas.

Asisten III Kanwil Provinsi Bengkulu Nandar Munadi melihat hal tersebut sebagai pembelajaran ke depan dan akan mengingatkan OPD untuk hadir penuh di setiap rapat paripurna.

Dijelaskannya, hasilnya akan dijadikan bahan evaluasi untuk meningkatkan kehadiran pimpinan pada rapat-rapat penting.

Editor: Agus Pebriana