DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR, BALI – Setelah dideklarasikannya pasangan bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur Bali oleh Koalisi Indonesia Maju (KIM) plus NasDem yakni, Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra dan Made Muliawan Arya (Mantra-Mulia) nampaknya KIM juga mulai serius dalam persiapan pemilihan Bupati dan Wali Kota serentak pada November mendatang.

Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Partai Gerindra Provinsi Bali, Made Muliawan Arya atau dikenal dengan De Gadjah menyebut bahwa KIM selain menyepakati mengusung Mantra-Mulia, konsolidasi partai koalisi juga bersepakat akan membangun koalisi sampai tingkat daerah kabupaten maupun kota dengan mengusung hanya satu calon bupati dan wali kota.

“Dalam hal ini kita sepakat mengusung satu Calon Bupati dan Walikota di Daerah, tidak mendukung calon di luar koalisi,” ujar De Gadjah kepada wartawan beberapa waktu lalu.

Baca juga :  Ongkos Politik Mahal Jadi Alasan Nihil Calon Independen di Pilgub Bali

De Gadjah menyebut dalam konsolidasi tersebut dihadiri oleh 11 partai dari koalisi Indonesia Maju.

“Ada 11 Partai politik yang bersepakat mengusung yaitu Gerindra, Golkar, Demokrat, PAN, PSI, NasDem, PKB, Gelora, Garuda, PBB dan Prima dalam pertemuan tersebut,” tegasnya.

Namun, De Gadjah menyampaikan situasi masih cair. Jika ada perubahan dari DPP, katanya, KIM di Bali siap mendukung siap melaksanakan arahan.

“Situasi masih bisa berubah jika DPP menginkannya, kita sebagai koalisi siap mendukung keputusan nya, siapa calonnya,” pungkasnya.

Sementara itu, pengamat Politik I Nyoman Subanda sebelumnya menyebut belum ada partai selain PDI Perjuangan yang memiliki calon ideal dalam kontestasi Pemilihan Gubernur (Pilgub) Bali 2024 mendatang meski banyak peluang dan tokoh yang digembar gemborkan.

Baca juga :  Nama Bintang Puspayoga Muncul Jadi Cagub Bali di Diskusi Kartini

“Sejauh ini, belum muncul kader atau tokoh yang memiliki kriteria tersebut di samping PDI Perjuangan, lantaran partai politik lain belum menggarap secara serius tokoh atau kader untuk maju Pilgub Bali,” terang Subanda.

Untuk diketahui, hasil legislatif pada tahun 2024, PDIP masih Perkasa di Provinsi Bali, hak itu dibuktikan dengan partai bergambar Banteng Moncong Putih itu tetap Perkasa di semua Kabupaten kota dengan rata-rata perolehan kursi di angka 40 persen.

Pada tingkat DPRD Provinsi, PDI-P juga masih terlihat kokoh dengan memperoleh suara sebesar 1.446.583 (57.18%) atau mendapat sebanyak 32 kursi dari 55 kursi DPRD Provinsi. Perolehan ini membuat PDI-P akan tetap mengunci kursi Ketua DPRD Bali.

Baca juga :  Jika Dipercaya Jadi Bupati, Sumardika Siap Tuntaskan Permasalahan Sampah

Perolehan kursi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Bali bersumber dari Denpasar (4 kursi), Badung (4 kursi), Tabanan (4 kursi), Jembrana (2 kursi), Buleleng (6 kursi), Bangli (2 kursi), Karangasem (3 kursi), Klungkung (2 kursi), Gianyar (5 kursi).

perolehan suara di tingkat DPRD Kota/Kabupaten se-Bali, PDI-P berhasil marajai semua kota/kabupaten dengan memperoleh suara sebesar 1.368.082 dengan memperoleh total 191 kursi (53.06%) dari jumlah 360 kursi DPRD Kota/kabupaten se-Bali.

Adapun perolehan tersebut meningkatkan sebanyak 14 kursi dibandingkan Pemilu 2019. Rinciannya, Kota Denpasar (22 kursi), Badung (27 kursi), Buleleng (18 kursi), Karangasem (15 kursi), Gianyar (31 kursi), Tabanan (31 kursi), Jembrana (15 kursi), Bangli (20 kursi), Klungkung (12 kursi).

Reporter: Dewa Fathur