DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR, BALI – Pasca diresmikan Presiden Jokowi pada Maret tahun lalu, hingga kini Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Kesiman Kertalangu volume sampah yang dapat diolah masih di bawah target per harinya.

Dari target awal sebesar 450 ton per hari, namun sejauh ini TPST Kesiman Kertalangu hanya mampu mengelola sampah sebanyak 60-100 ton tiap harinya.

“Per hari ini masih di angka 60-100 ton, sesuai kontrak kapasitas minimal mengolah sampah adalah 60% dari 450 ton yaitu 270 ton,” ujar Andrean Raditha selaku Public & Government Relation PT Bali CMPP, di Denpasar, Jumat (24/5/2024).

Baca juga :  Tidak Percaya Lagi dengan Pengelola, Warga Minta Operasional TPST Kertalangu Dihentikan

Lebih lanjut, ia menyebut kendala produksi sampah saat ini dipengaruhi oleh beberapa permasalahan teknis dan tuntutan terhadap permintaan standar spesifikasi (requirement) RDF oleh offtaker.

“Permasalahannya ada pada permintaan RDF dan ditambah juga ada beberapa kendala performa mesin yang belum optimal sehingga kami harus mengambil langkah mendatangkan mesin dengan teknologi terbaru,” sambungnya.

Baca juga :  Pemkot Denpasar Minta Pengelola TPST Kertalangu Segera Atasi Bau

Ia menyebut bahwa setelah adanya pengadaan mesin baru maka target 270 ton per harinya akan tercapai.

“Setelah pembaharuan mesin baru target per harinya kami dapat mengelola 270 ton, Jika tidak ada halangan, mesin tersebut dijadwalkan akhir Mei ini datang,” pungkasnya.

Baca juga :  Masalah TPST Kertalangu Di-deadline Selesai Akhir Tahun 2023

Diketahui, Pemerintah Pusat melalui PUPR membangun tiga TPST di Denpasar pada 2022, tiga TPST itu berada di Tahura, Ngurah Rai, Kesiman Kertalangu dan Padangsambian Kaja.

Tiga TPST di Denpasar akan mampu mengolah 1.020 ton sampah per hari dan bisa ditingkatkan menjadi 1.500 ton per hari. Di TPST Kesiman Kertalangu mampu mengolah sebanyak 450 ton per hari.

Reporter: Dewa Fathur