DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR, BALI – Dewan Pers menggelar Uji Kompetensi Wartawan (UKW) di Provinsi Bali dari 17-18 Mei 2024. Kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas mutu wartawan ini diikuti oleh 113 peserta.

Adapun peserta terdiri dari wartawan media online, cetak, televisi dan radio yang berasal dari sembilan kabupaten/kota di Bali.

Anggota Dewan Pers Paulus Tri Agung Kristanto mengatakan UKW merupakan amanat dari Undang-Undang 40 tahun 1999 tentang Pers, dengan maksud meningkatkan kapasitas kompetensi wartawan untuk mewujudkan jurnalisme yang berkualitas.

Baca juga :  Dewan Pers Sampaikan Kekhawatiran Draf RUU Penyiaran di Rapat UNESCO

“Sehingga pada akhirnya kalau medianya baik, medianya bisa mendukung terwujudnya kemajuan masyarakat, maka masyarakatnya maju, masyarakatnya sejahtera,” terangnya Paulus saat ditemui disela-sela kegiatan UKW.

Paulus mengatakan Bali adalah salah satu dari 29 Provinsi di Indonesia yang menjadi tempat penyelenggaraan UKW tahun 2024. Ia pun berharap semua peserta dapat mengikuti dengan baik dan dinyatakan lulus.

Baca juga :  Dewan Pers Keluarkan SE Terkait Pemilu

Lebih lanjut, Paulus mengungkapkan bahwa Dewan Pers memiliki target mencetak sekitar 1500 wartawan yang memiliki sertifikasi di tahun 2024.

Ia menjelaskan berdasarkan data Dewan Pers terdapat sekitar 28 ribu wartawan telah memiliki sertifikasi di seluruh Indonesia.

“Saya sangat senang antusiasme wartawan, perwarta dan jurnalis di Bali yang ikut uji kompetensi,” terangnya.

Adapun dalam kesempatan ini, Dewan Pers menunjuk beberapa lembaga uji yaitu Kompas, Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Yogayakarta, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), LSPR, IJTI, dan Universitas Prof Dr Moestopo.

Baca juga :  Ketua SMSI Bali: Pertumbuhan Perusahaan Media Online Perlu Dikendalikan

Terdapat 11 materi yang diujikan diantaranya, kode etik jurnalisme, cara kerja flatform digital, perencaan liputan, rapat redaksi, mengikuti konfrensi pers, wawancara cegat, menulis berita, menyunting berita, wawancara tatap muka, menyiapkan program redaksional, dan membangun jejaring.

Reporter: Agus Pebriana