DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR, BALI – Mantan Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) I Dewa Gede Palguna merespon mantan Gubernur Bali Made Mangku Pastika tentang kekhawatiran Pemilihan Gubermur Bali (Pilgub) Bali 2024 akan diwarnai calon tunggal melawan kotak kosong.

Menurut Dewa Palguna jika hal tersebut terjadi menjadi tanda partai politik di Bali tidak bekerja dengan baik. Dewa Palguna mengatakan partai adalah infrastrukur paling penting bagi demokrasi yang bertugas melahirkan pemimpin-pemimpin.

Palguna mengatakan bahwa secara hukum calon tunggal melawan kotak kosong memang sah. Namun jika dilihat dari perkembangan demokrasi, calon tunggal adalah bukti telanjang perihal tidak bekerjanya fungsi rekrutmen politik yang sehat dari partai-partai politik yang ada pada saat ini.

Baca juga :  Buleleng Akan Jadi Faktor Penentu Pilgub Bali 2024

“Pada saat yang sama, fenomena demikian juga berarti tidak bekerjanya prinsip meritokrasi di dalam tubuh partai-partai yang ada saat ini, yang lebih menunjukkan corak hubungan,” terangnya saat dihubungi, Selasa (19/03/2024).

Palguna menjelaskan partai-partai politik yang sehat adalah fundamen dari lahirnya dan terbangunnya demokrasi yang sehat. Partai politik yang sehat itu hanya akan ada jika bekerja prinsip meritokrasi.

Baca juga :  Berdasarkan Kursi DPRD, Pengamat Nilai Pilgub Bali Idealnya 3 Pasangan Kandidat

“Yaitu ada kriteria yang jelas dan benar-benar dijalankan dalam praktik perihal siapa yang memenuhi syarat menjadi apa dalam aturan internal partai politik itu,” terangnya.

Sebelumnya, Mantan Gubernur Bali periode 2008-2018 I Made Mangku Pastika mengaku khawatir Pilgub 2024 akan diwarnai calon tunggal melawan kotak kosong alias calon tunggal.

“Saya khawatir pada pemilihan gubernur nanti Pak Koster akan tidak ada lawannya, bisa saja melawan kotak kosong,” ujar Mangku Pastika, Senin (18/3/24).

Baca juga :  Polemik UU TNI/Polri, Palguna: Melawan Reformasi

Lebih lanjut Mangku Pastika menyebut kekhawatirannya karena tiga partai pemegang kunci dalam Pilgub bisa saja merapat ke PDIP.

“Bisa saja dalam pertarungan nanti partai besar bekerjasama dengan PDIP membangun koalisi daripada melawan lebih baik bergabung,” sambungnya.

Terakhir Pastika menyebut bahwa rekomendasi PDIP dalam Pilgub Bali nanti sudah pasti menjadi milik petahana Wayan Koster.

Reporter: Agus Pebriana