DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR, BALI – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Pertanian Universitas Udayana (Unud) berkolaborasi dengan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali mengadakan diskusi World Food Weeks yang bertajuk: “Regulasi Ekspor Impor Produk Pertanian di Indonesia: Memberdayakan atau Membahayakan?”.

Diskusi yang bertempat di Ruang Rapat Sabha Utama I Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, Sabtu (21/10/2023) ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Pangan Dunia.

Diskusi diawali dengan pemaparan materi oleh Founder Komunitas Petani Muda Keren A.A Gede Agung Wedhatama. Kemudian dilanjutkan Kabid 03HP Distan Bali Putu Shinta Devi, lalu Sub Koordinator Karantina Tumbuhan Putu Shinta Devi. Diskusi diikuti oleh mahasiswa Fakultas Pertanian se-Bali dan diskusi berjalan selama 120 menit.

Baca juga :  Duta Besar Switzerland untuk Indonesia Kunjungi Universitas Udayana

Adapun kesimpulan diskusi dari World Food Weeks terlampir di bawah ini:

  1. Karantina dilakukan untuk menghindari Organisme Pengganggu Tanaman Karantina (OPTK), Organisme Pengganggu Ikan Karantina (OPIK), dan Organisme Pengganggu Hewan Karantina (OPHK). Jika Tanaman, Ikan, maupun Hewan terkontaminasi oleh Organisme Pengganggu maka akan dilakukan pemusnahan terhadap objek terkait.
  2. Ekspor memiliki potensi yang sangat luas, tergantung wilayah dan negara tujuan. Adapun yang menjadi komoditi ekspor tertinggi di Bali diantaranya Kakao, Vanila, Manggis, Bunga Potong, dan Kopi. Negara yang menjadi eksportir terbesar komoditi diatas adalah Singapore dan Timur Tengah.
  3. Generasi muda memiliki peranan penting dalam upaya pemajuan sektor pertanian. Potensi sumber daya yang tinggi, menjadi peluang bagi generasi muda untuk berkecimpung dalam ekspor komoditi pertanian, namun diperlukan kolaborasi dan kerjasama antar instansi baik akademisi, praktisi, dan pemerintahan. Ekspor dan Impor memiliki keterkaitan yang erat dalam pemenuhan kebutuhan dan diperlukan perhatian lebih dalam memilah komoditas ekspor-impor yang akan di transaksikan di dalam negeri.
Baca juga :  Laksanakan Kunjungan Ilmiah, FTP Unud Berikan Mahasiswa Kesempatan Berkunjung ke Industri

Editor: Agus Pebriana