Menteri PPN Minta Wayan Koster ‘Mau’ Pimpin Bali Lagi
DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR, BALI – Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Pengembangan Pembangunan Nasional (PPN/BPN) Suharso Monoarfa meminta Gubernur Bali Wayan Koster kembali memimpin Bali.
Hal tersebut diungkapkan ketika melakukan peluncuran Bali-Kerthi Development Fund Office Tranformasi Ekonomi Kerthi Bali, bertempat di ART Center, Denpasar, Sabtu (19/08/2023).
“Siapa pun pemimpin Bali kedepan, tetapi setidak-tidaknya yang akan datang, saya minta pak Wayan Koster mau untuk memimpin kembali,” ungkap Suharso Monoarfa.
Ketika dikonfirmasi terkait pesan dalam sambutanya, Suharso mengatakan posisinya bukan dalam hal kampanye. Namun ia mengatakan bahwa kerja sama yang baik antara pusat dan daerah itu bergantung pada siapa pemimpin daerahnya.
“Dan saya melihat respon dan kebijakan yang efektif dari pak Gubernur (Koster),” terangnya.
Seperti diketahui masa jabatan Gubernur Bali Wayan Koster akan berakhir pada 5 September 2023. Untuk sementara waktu Jabatan Gubernur Bali akan diambil alih oleh Penjabat sementara yang ditunjuk Kemendagri sampai Pilgub Bali 2024.
Kendati akan mengakhiri masa jabatan, nama Koster dinilai menjadi figur kuat. Pengamat politik Bali, I Nyoman Subanda mengatakan terdapat tiga faktor yang membuat Koster tetap kuat.
Pertama, selama masa kepemimpinannya sebagai Gubernur Bali, Koster banyak menuai apresiasi atas program pembangunan yang dilakukan.
“Di Denpasar membangun Pelabuhan, kemudian, pembangunan di Besakih, kemudian shortcut di Buleleng, kemudian akan ada pembangunan Tol, kemudian pembangunan PKB di Klungkung. Kendati ada pro-kontra pembangunan ini akan diingat oleh masyarakat,” terangnya.
Lalu kedua, Koster memiliki mesin partai PDI-P. Menurut Subanda PDI-P merupakan partai penguasa dan besar di Bali. Di seluruh kabupaten/kota di Bali PDI-P memiliki kader yang duduk sebagai kepala daerah dan anggota DPRD.
“Dengan mesin partai PDI-P, tentu Koster akan tetap menjadi calon kuat Gubernur Bali. Dengan mesin partai ini juga popularitas Koster akan tetap kuat dalam Pilgub Bali nanti,” terangnya.
Kemudian ketiga, sejauh ini tidak ada muncul figur atau sosok penantang Koster untuk Pilgub Bali. Menurutnya kondisi ini justru menguntungkan serta memperkuat posisi Koster.
“Dengan tidak adanya penantang Koster sejauh ini yang digodok oleh partai politik atau penantang independen, sebetulnya sangat menguntungkan Koster. Disinilah dinilai bahwa Koster sangat sulit dikalahkan,” tandasnya.
Reporter: Agus Pebriana
Editor: Nyoman

Tinggalkan Balasan