DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR, BALI -Pemerintah Kota Denpasar telah menyurati pertamina agar menambah kuota pasokan gas elpiji setelah terjadi kelangkaan gas elpiji 3 kg di tengah masyarakat. Penambahan kuota ini diperlukan mengingat kondisi perekonomian di Kota Denpasar sedang bertumbuh apalagi disertai libur panjang beberapa waktu lalu.

Hal ini diungkapkan oleh Wakil Wali Kota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa saat memimpin inspeksi mendadak (sidak) di Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPPBE) PT. Sari Dharma Mandiri, Selasa (06/06/2023).

Baca juga :  Denpasar Raih Penghargaan Kota Cita Damai dan Inklusi

“Per hari ini dilakukan penambahan sebanyak 50 persen dan akan ditambah pada hari Kamis mendatang akan ditambah lagi kuota sebesar 50 persen dari kuota normal sehingga diharapkan kelangkaan gas LPG bisa diatasi. Mudah mudahan dalam 3-4 hari kedepan kondisinya sudah kembali normal ,” kata Agus Arya Wibawa.

Kendati demikian, Arya Wibawa menegaskan, pihaknya akan terus melakukan pemantauan lebih lanjut, guna memastikan bahwa tidak ada pelanggaran hukum di balik fenomena kelangkaan gas elpiji 3 kg ini.

Baca juga :  Tindaklanjuti Surat Deputi Supervisi KPK, Pemkot Denpasar Gelar Rapat MCP

Sementara Ketua Hiswana Migas DPC Bali, Dewa Ananta didampingi SBM 1 Pertamina Bali, Faris Aceriza, kelangkaan ini merupakan akumulasi pasca libur panjang dimana banyak terjadi aktifitas-aktifitas yang disebabkan pertumbuhan ekonomi.

“Dari Pertamina selama ini statusnya normal, kita tidak mengurangi pasokan sama sekali malah menambah dari biasanya. Kita focus pada penanganan secepat mungkin. Di Bali itu biasanya lebih dari 100 ribu tabung sedangkan di Denpasar kebutuhan mencapai 56 ribu tabung per hari dan di hari ini kita menambah 28 ribu tabung lebih banyak 50 persen dari biasanya,” katanya.

Baca juga :  Pemkot Denpasar Libatkan TPS3R Tanggulangi dan Kelola Sampah Sisa Hari Raya 

Lebih lanjut pihaknya mengatakan selain volumenya ditambah juga kecepatan distribusi ditingkatkan agar masyarakat cepat dapat menerimanya.

“Jadi masyarakat tidak perlu panik lagi, kami bersama Pemerintah Kota terus berupaya untuk memberikan pelayanan maksimal,” ujarnya.