Ayo, Gabung Webinar Kemenkominfo di Lombok, Bahas Etika Pelajar di Dunia Digital
DIKSIMERDEKA.COM, LOMBOK, NTB – Sejak Februari 2023, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bekerja sama dengan Kanwil Kementerian Agama Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) telah menggelar serangkaian webinar literasi digital. Kali ini, diskusi online untuk komunitas pendidikan madrasah dan pesantren itu akan digelar di Lombok, NTB, Jumat (19/5/23) pagi, pukul 09.00 WITA.
Membahas tema ”Etika Pelajar di Dunia Digital”, diskusi virtual itu akan menghadirkan tiga narasumber: Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kementerian Agama Provinsi NTB Muhammad Amin, penyanyi Nelly Carey, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Lombok Barat Haryadi Iskandar, dan Pingkan Maukar sebagai moderator.
”Ayo, ikuti diskusi gratis ini hanya dengan cara mendaftar ke link registrasi peserta di https://s.id/pendaftaranbalinustra1905. Selain mendapat e-sertifikat, panitia juga menyediakan hadiah e-money sebesar Rp 1.000.000.- untuk 10 peserta yang beruntung,” tulis Kemenkominfo dalam rilisnya kepada awak media, Kamis (18/5).
Kemenkominfo menjelaskan, berdasarkan Survei Indeks Literasi Digital Nasional yang dilakukan instansinya bersama Katadata Insight Center pada 2021, didapatkan skor atau tingkat literasi digital masyarakat Indonesia sebesar 3.49 dari 5.00. Dengan skor tersebut, tingkat literasi digital di Indonesia masuk dalam kategori ”sedang”.
”Secara keseluruhan, Indeks Literasi Digital Indonesia 2021 mencapai 3.49 dari skala 1-5, atau naik dari pencapaian tahun sebelumnya 3.46,” tulis Kemenkominfo.
Webinar literasi digital di lingkungan komunitas pendidikan merupakan salah satu upaya Kemenkominfo untuk mempercepat transformasi digital di sektor pendidikan hingga kelompok masyarakat (komunitas) menuju Indonesia #MakinCakapDigital. ”Kegiatan ini diharapkan mampu menaikkan tingkat literasi digital 50 juta masyarakat Indonesia pada tahun 2024,” tambah Kemenkominfo.
Terkait tema diskusi, Kemenkominfo menegaskan, persoalan etika menjadi krusial karena Indonesia pernah disebut sebagai negara paling tidak sopan se-Asia Tenggara dalam survei ’Digital Civility Index (DCI)’ oleh Microsoft (2020). Indonesia berada di urutan ke-29 dari 32 negara yang disurvei.
”Terdapat tiga risiko utama di ruang digital yang dihadapi warga Indonesia, yakni hoaks dan scam, ujaran kebencian, dan dikriminasi. Di samping itu, kasus perundungan juga marak di dunia digital,” jelas Kemenkominfo.
Literasi digital untuk komunitas pendidikan, menurut Kemenkominfo, diharapkan mampu meningkatkan keadaban di dunia digital. ”Hal itu, mengingat ada 54 persen kaum milenial paling terpukul dalam konteks itu. Kemudian disusul generasi Z (47 persen), generasi X (39 persen), dan Boomers (18 persen),” sebutnya.
Untuk diketahui, program #literasidigitalkominfo tahun ini mulai dilaksanakan sejak 27 Januari 2023. Program Kemenkominfo yang berkolaborasi dengan Siberkreasi dan 18 mitra jejaring ini membidik segmen pendidikan dan segmen kelompok masyarakat sebagai peserta.
Tahun ini, program Indonesia Makin Cakap Digital (IMCD) menargetkan 5,5 juta warga masyarakat sebagai peserta, utamanya yang belum pernah mengikuti kegiatan literasi digital. IMCD sendiri bertujuan meningkatkan kemampuan masyarakat Indonesia dalam memanfaatkan teknologi digital secara positif, produktif, dan aman.
Program IMCD selalu membahas setiap tema dari sudut pandang empat pilar utama. Yakni, kecakapan digital, etika digital, keamanan digital, dan budaya digital. Kecakapan digital menjadi penting karena, menurut hasil survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) dan We Are Social, pengguna internet dan media sosial di Indonesia pada periode 2021-2022 telah mencapai 220 juta orang. ”Padahal, pada 2019, jumlah itu masih di angka 175 juta orang,” jelasnya.
Informasi lebih lanjut mengenai literasi digital dan info kegiatan dapat diakses melalui website info.literasidigital.id, media sosial Instagram @literasidigitalkominfo, Facebook Page, dan Kanal Youtube Literasi Digital Kominfo.

Tinggalkan Balasan