DIKSIMERDEKA.COM, KLUNGKUNG, BALI – Indonesia negeri yang penuh dengan ragam budaya, juga dengan beragam mainan anak. Tapi seiring masuknya beragam game online, tidak sedikit yang membuat anak-anak dan siswa sekolah justru kecanduan game, bahkan berakhir pada judi atau game beraroma pornoaksi maupun pornografi. Itulah yang sering membunuh kreativitas dan gairah belajar anak di era digital akhir-akhir ini.

Sadar akan ancaman maraknya game online yang bisa mengganggu kreativitas berkarya dan belajar anak, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bali, akan menggelar webinar literasi digital untuk segmen pendidikan di Kabupaten Klungkung, Provinsi Bali, Kamis (16/5) dari jam 09.00 s.d. 11.00 WITA.

Mengusung tema “Kreatif di Dunia Digital Sejak Dini”, diskusi online ini akan menampilkan tiga pembicara. Mereka adalah Relawan TIK Indonesia I Gede Putu Krisna Juliharta, penyiar radio yang juga kreator konten Danin Sibilo, musisi Raka Maukar, dan dipandu moderator Fifien Ervianti.

Selain diikuti siswa dan guru di sejumlah sekolah lewat kegiatan nonton bareng (nobar), webinar yang dijadwalkan dibuka langsung oleh Menteri Kominfo Budi Arie sebagai pemberi keynote speech ini juga bisa diikuti secara gratis dengan mendaftar di link pendaftaran https://s.id PendaftaranBalinustra160524.

Baca juga :  Ribuan Mahasiswa ITB STIKOM Bali Ikuti Kuliah Industri, Kemenkominfo: Per Tahun, Indonesia Butuhkan 9 Juta Talenta Digital

“Peserta akan mendapatkan e-sertifikat resmi dari Kemenkominfo dan tersedia voucher e-wallet senilai Rp 1.000.000 untuk 10 peserta yang mengajukan pertanyaan terbaik selama webinar,” tulis Kemenkominfo dalam rilis lepada awak media, Rabu (15/5).

Terkait topik webinar, Kemenkominfo menjelaskan, kreativitas di ranah digital memang mesti diajarkan sejak dini kepada anak dan siswa. Hal ini mengingat potensi Indonesia yang sangat kaya dengan ragam budaya lokal yang berkualitas. Mulai dari tarian, sandiwara, musik, patung dengan beragam bahan hingga aneka kuliner yang lezat,

“Bali saja punya banyak olahan bebek Betutu, juga beraneka pilihan menu lain yang menarik buat siswa sekolah di Klungkung untuk bikin konten digital,“ tambah Kemenkominfo dalam rilis.

Kemenkominfo mengingatkan, aplikasi digital tentu akan sangat membantu membangkitkan daya kreativitas anak sejak dini. Dengan bantuan aplikasi Chat GPT, juga Artificial Intelligence lainnya, siswa akan mampu memproduksi berbagai konten budaya dengan tampilan yang semakin keren.

Baca juga :  Nobar Webinar di Karangasem, Bahas Pemanfaatan Internet Secara Positif, Kreatif dan Aman

“Tetapi, guru juga mesti bijak membantu siswa. Utamanya membantu memverifikasi saat siswa mengakses internet, agar tak salah pilih. Sebab, selain menawarkan beragam manfaat, ancaman game online yang ternyata judi online itu bikin siswa malah kecanduan dan lupa belajar. Ini mesti dicegah,” tegas Kemenkominfo.

Untuk diketahui, webinar seperti digelar di Klungkung ini merupakan bagian dari program Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) yang dihelat Kemenkominfo. GNLD digelar sebagai salah satu upaya untuk mempercepat transformasi digital di sektor pendidikan hingga kelompok masyarakat menuju Indonesia yang #MakinCakapDigital.

Sampai dengan akhir 2023, tercatat sebanyak 24,6 juta orang telah mengikuti program peningkatan literasi digital yang dimulai sejak 2017. ”Kegiatan ini diharapkan mampu menaikkan tingkat literasi digital 50 juta masyarakat Indonesia hingga akhir 2024,” tambah Kemenkominfo.

Tahun ini, program #literasidigitalkominfo mulai bergulir pada Februari 2024. Berkolaborasi dengan Siber Kreasi dan 142 mitra jejaring seperti akademisi, perusahaan teknologi, serta organisasi masyarakat sipil, program bertujuan meningkatkan kemampuan masyarakat Indonesia dalam memanfaatkan teknologi digital secara positif, kreatif, produktif, dan aman.

Baca juga :  K3S Denpasar: Cegah Kekerasan Seksual pada Anak

Kecakapan digital menjadi penting, karena – menurut hasil survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) – pengguna internet di Indonesia pada 2024 telah mencapai 221,5 juta jiwa dari total populasi 278,7 juta jiwa penduduk Indonesia.

Survei APJII juga menyebut, tingkat penetrasi internet Indonesia pada 2024 menyentuh angka 79,5 persen. Ada peningkatan 1,4 persen dibandingkan dengan periode sebelumnya. Tercatat, pada 2018, penetrasi internet Indonesia berada di angka 64,8 persen. ”Kemudian naik secara berurutan menjadi 73,7 persen pada 2020, 77,01 persen pada 2022, dan 78,19 persen pada 2023,” urai Kemenkominfo.

Informasi lebih lanjut mengenai literasi digital dan info kegiatan yang terkait dapat diakses melalui website info.literasidigital.id, media sosial Instagram @literasidigitalkominfo, Facebook Page, dan Kanal YouTube Literasi Digital Kominfo. (*)