DIKSIMERDEKA.COM, PALU, SULTENG – Tim Terpadu Pusat yang terdiri dari, Satuan Tugas (Satgas) Pangan Mabes Polri Kombes Hermawan, Badan Pangan Nasional (Bapanas) Yudhi Harsatriadi Sandyatma dan Kementerian Perdagangan Muhlif Suaib, berkunjung ke Kantor Wilayah Perum Bulog Sulawesi Tengah (Sulteng), Rabu (22/2/2023).

“Kunjungan kami dalam rangka monitoring dan evaluasi kegiatan Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Beras (SPHP),” jelas Yudhi Harsatriadi Sandyatma, Kamis (23/2/2023).

Menurut Yudhi, saat ini pemerintah sudah melakukan importasi sebanyak 500 ribu ton beras, yang di datangkan dari beberapa negara, diantaranya, Pakistan, Vietnam, Myanmar, dan Thailand. 

“Importasi beras ini dilakukan dalam rangka bagaimana untuk bisa meredam gejolak harga pangan utamanya beras. Sebab Ini menjadi perhatian pak Presiden Joko Widodo. Kenapa, karena jangan sampai ini menimbulkan keresahan sosial. Terutama, menjelang hari raya Idul Fitri,“ Kata Yudhi.

Baca juga :  Data Pangan Februari 2026 Bikin Deg-degan: Beras Aman, Minyak Tersendat, DPR Minta Bulog Turun Gunung

Dia menjelaskan, tim terpadu, Bapanas dan Satgas Pangan, serta Kementerian Perdagangan, turun ke 12 Provinsi untuk melakukan SPHP, salah satunya Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng). 

“Kunjungan tim terpadu ke gudang bulog, salah satunya kita mengecek ketersediaan beras, terutama melakukan SPHP beras,” ungkapnya.

Yudhi mengungkapkan, pemerintah melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) telah resmi menerbitkan Peraturan Badan Pangan Nasional (Perbadan) Nomor 11 Tahun 2022 tentang Harga Acuan Pembelian di Tingkat Produsen dan Harga Acuan Penjualan di Tingkat Konsumen.  

Baca juga :  Jaga Persedian, Satgas Pangan Polda Sulteng Lakukan Pengecekan Stok

“Kami dari Bapanas sudah mengeluarkan Harga Acuan Pemerintah (HAP). Harga acuan itu ada dua yang pertama, PP no 5 tahun 2022. Itu diterbitkan pada bulan oktober, mengatur tentang harga acuan pembelian dan penjualan ditingkat produsen dan konsumen untuk komoditas, jagung, ayam dan daging sapi. 

Kemudian kita juga sudah menerbitkan harga acuan pemerintah nomor 11 tahun 2022, yang diterbitkan pada akhir desember 2022, itu mengatur diluar tiga komoditas tadi seperti, bawang merah, bawang putih, cabai, gula itu kita atur di situ,” jelas Yudhi.

Terpisah, Kepala Perum Badan Urusan Logistik (BULOG), Sulteng David Susanto melalui Manager Supply Chain dan Pelayanan Publik (SCPP), Armin Bandjar menegaskan Bulog sulteng, akan melaksanakan apa yang telah disampaikan Tim Terpadu Pusat Bapanas, Satgas Pangan dan Kemendag. 

Baca juga :  Harga Beras di Sulteng Masih Melonjak Sehari Jelang Natal, Beras Bulog Bukan Solusinya

“Pesan yang dititipkan yakni, terus menyalurkan dan melaksanakan SPHP, perbanyak saluran mitra, semoga SPHP dapat membantu menekan inflasi di provinsi Sulteng, “ jelas Armin Bandjar. 

Menurut Armin Bandjar, terkait pelaksanaan SPHP secara umum pantauan tim terpadu pusat Bapanas, Satgas Pangan dan Kemendag, untuk sulteng cukup baik.

“Mitra-mitra toko terutama di pasar pencatatan BPS, yakni pasar Inpres Manonda Palu dan pasar Masomba Palu yang disyaratkan minimal 5 toko, saat ini sudah ada 7 mitra di masing-masing pasar,” jelasnya. 

Reporter: Rahmad